Soal Saham PT Delta, Sandi Belum Bertemu Prasetio

Editor: Koko Triarko

126
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku belum dapat bertemu dengan Ketua DPRD DKI, Prasetio, untuk menjelaskan mengenai penjualan PT Delta yang menguntungkan setiap tahun sekitar Rp38 miliar. –Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, mengaku masih belum bertemu dengan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, untuk menjelaskan mengenai saham PT. Delta Djakarta. 

Sandi mengaku sudah beberapa kali mencoba menghubungi Ketua DPRD DKI tersebut, tapi tidak bisa. Pras tidak ada saat dia ingin menemuinya untuk menjelaskan alasan melepaskan saham bir. Meski ada beberapa agenda rapat paripurna, Sandiaga tetap tidak bisa bertemu Prasetio.

“Jadi, saya sudah dua hari, sudah tiga hari ke paripurna mencari Pak Pras, karena yang lain sudah saya beritahu secara lisan,” ujar Sandi di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis, (17/5/2018).

Sandi juga mengatakan, telah memberitahukan hal tersebut kepada jajaran pemerintahan yang lain secara lisan.

“Saya sudah berbicara dengan Bu Yuke dari PDIP, saya ingin bicara sama Pak Pras, tapi Pak Pas belum ada. Ditelponkan tidak masuk-masuk,” kata Sandi.

Sandiaga ingin membicarakan terkait persoalan deviden yang diterima dari PT. Delta mengenai pendapatan. “Saya ingin jelaskan, bahwa deviden yang diterima terakhir sekitar Rp38 miliar, sedangkan nilai yang saya bidik dengan tim di atas Rp1 triliun,” tutur Sandi.

Menurut penjelasan Sandi, dibutuhkan waktu sekitar 50 tahun untuk dapat mencapai angka tersebut.

“Perlu waktu sekitar 50 tahun untuk kita mencapai angka 1 triliun yang time value of money-nya karena ini kan tiap tahun kalau dihitung di depan 10, 15, (hingga) 20 tahun ke depan itu panjang. Sedangkan ini ada time value of money. Sedangkan sekarang kita bisa gunakan dana tersebut untuk begitu banyak pembangunan yang bisa dirasakan masyarakat langsung,” paparnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, memilih malam sebelum Ramadan untuk mengumumkan kepastian pelepasan saham PT. Delta Djakarta, perusahaan yang memproduksi bir.

Meski belum resmi melepas, ini menjadi semacam penegasan bahwa Pemprov DKI tidak mau lagi berinvestasi pada industri ini. “Pemprov DKI memastikan akan melepas 26,25 persen saham di perusahaan PT Delta Djakarta, perusahaan pembuat bir. Sebanyak 26,25 persen itu pasti dilepas, jadi ini bukan akan, tapi pasti dilepas,” ujar Anies,  di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (16/5).

Anies berharap, penjualan saham PT Delta bisa menambah pemasukan lebih dari Rp1 triliun. Hasil penjualan saham nantinya bisa dipakai untuk kegiatan pembangunan di DKI.

Anies menilai, hasil penjualan itu begitu besar. Bandingkan dengan nilai deviden yang diberikan PT Delta setiap tahun sekitar Rp38 miliar.

Kemudian, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, menyayangkan keputusan Pemprov DKI untuk melepas saham sebesar 26,25 persen di perusahaan pembuat bir, PT Delta Djakarta.

“Saya menyayangkan keputusan itu. Mengingat perusahaan tersebut telah memberikan deviden cukup besar setiap tahunnya dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Sayang sekali, ya, kalau sampai dilepas sahamnya,” kata Praseti,o saat dihubungi, Rabu (16/5).

Prasetio juga mempertanyakan keyakinan Anies, bahwa saham ini akan terjual. Karena hal tersebut lantaran perusahaan tersebut dinilai telah memberikan deviden cukup besar, yakni mencapai Rp38 miliar.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.