banner lebaran

Stok Minim, Harga Telur Daging Ayam di Solo, Naik

Editor: Koko Triarko

208

SOLO — Hari kedua Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Solo, Jawa Tengah, mengalami kenaikan signifikan. Harga telur dan daging ayam, bahkan mengalami kenaikan mencolok. 

Salah satu pedagang, Painah, mengatakan, harga daging ayam terus mengalami kenaikan sejak sebelum Ramadan. Kenaikan harga pun beragam, mulai dari Rp1.000-Rp2.000 per kilogramnya. Kenaikan ini ditengarai karena minimnya stok barang yang ada di pasaran.

“Naiknya sudah lama, tapi sedikit demi sedikit. Sekarang harga ayam sampai Rp34.000-Rp35.000 per kilogram. Sebelumnya, Rp32.000,” katanya, Jumat (18/5/2018).

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Pemkot Solo, Subagyo. -Foto: Harun Alrosid

Pedagang Pasar Nongko Solo itu juga menjelaskan, kenaikan harga daging ayam tidak menentu. Bahkan, dalam sekali tempo, kenaikan bisa langsung Rp2.000. Sebab, sebelum naik menjadi Rp34.000 per kilogram, harga normal daging ayam Rp30.000.

“Ayam itu harganya tidak bisa stabil seperti daging sapi, karena kadang naik kadang turun,” papar perempuan 56 tahun itu.

Sayangnya, tingginya harga daging ayam ini  tidak diimbangi dengan banyaknya permintaan dari masyarakat. Meski memasuki Ramadan, minat masyarakat untuk membeli daging ayam belum tinggi.

Dalam sehari, Painah mengaku bisa menjual 20-25 ekor ayam. “Itu kalau ramai, kalau harganya tinggi dan sepi pembeli seperti ini 20 ekor tidak habis,” ungkapnya.

Kenaikan harga juga  terjadi pada telur ayam. Harga telur yang sebelumnya berkisar Rp19.000-Rp20.000, saat ini sudah naik menjadi Rp22.000-Rp22.500 per kilogram. Kenaikan ini juga belum lama terjadi. “Telur naik dua ribu. Kalau sembako lainnya masih normal,” imbuh Maryati.

Pedagang telur di Pasar Nongko ini menyebutkan, untuk harga beras premium berada di angka Rp11.000 per kilogram, gula pasir Rp12.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp15.000, cabai  merah besar Rp29.000, bawang putih kating Rp20.000.

“Kenaikan telur ini karena baranganya yang hanya sedikit. Sementara yang beli cukup banyak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagyo, menjelaskan, kenaikan harga telur dan daging  ayam masih masuk kategori wajar.

Pihaknya masih melihat perkembangan harga telur dan daging di pasaran. “Kalau saya lihat, meski harga tinggi, di pasar masih dijumpai. Kalau pun nanti ada gejolak lagi, dan barang sudah tidak ada di pasar, kita akan turun bersama Bulog, TPID maupun paguyuban pedagang telur dan ayam,” tandas Subagyo.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.