Suka Duka Posdaya Korong Gadang Sejahtera dalam Membantu Masyarakat Prasejahtera

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

268

PADANG — Suka duka dialami oleh Posdaya Korong Gadang Sejahtera, yang berada di Kecamatan Kuranji, Kota Padang Sumatera Barat dalam membantu masyarakat. Sukanya, sudah puluhan warga prasejahtera yang terbantu dalam meningkatkan perekonomian, baik di bidang perdagangan, hingga mendukung pelestarian kerajinan tradisional masyarakat setempat.

Namun dukanya Posdaya Korong Gadang Sejahtera pernah dikhianati oleh oknum nasabah. Uang Rp10 Juta dibawa kabur entah kemana setelah oknum masyarakat tersebut melakukan peminjaman.

Ketua Posdaya Korong Gadang Sejahtera Mursida mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekira beberapa waktu lalu. Ada beberapa orang yang meminjam uang sebagai modal usaha, mulai dari pinjaman Rp2 juta satu orang hingga Rp4 juta untuk dua orang.

“Awalnya mereka lancar-lancar saja dalam membayarkan kredit. Tapi di saat pinjaman bertambah, eh ternyata mereka pada kabur tanpa ada pihak manapun yang mau mempertanggungjawabkannya,” katanya, Rabu (30/5/2018).

Ia menyebutkan yang namanya yang dihadapi masyarakat pra sejahtera atau golongan menengah, persoalan tersebut sudah menjadi resiko. Apalagi persyaratan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha itu, hanya bersifat sosial.

Kepercayaan sepenuhnya diserahkan Tabur Puja ke masyarakat. Jadi, kini dengan adanya hal tersebut, Posdaya harus mempertanggungjawabkan uang yang telah bawa kabur oleh masyarakat.

Hal ini dikarenakan uang itu merupakan milik Tabur Puja, dan Posdaya memiliki kewajiban untuk mengembalikan. Kebijakan kini, Posdaya akan menggantikan uang tersebut, dengan cara mengambil uang kas yang ada di Posdaya.

“Usaha mereka beragam, mulai dari usaha rumahan dan usaha berdagang lainnya,” ujarnya.

Mursida menceritakan penyebab kaburnya masyarakat yang membawa uang pinjaman modal usaha itu, karena ada kabar bahwa masyarakat terkait usahanya tengah mengalami kerugian, dan diperparah lagi adanya persoalan dililit utang.

Utang mereka tidak hanya di Posdaya, tapi juga ada dari pihak pinjaman dana lainnya dan juga dari pihak perbankan. Dikarenakan kondisi yang demikian, membuat orang bersangkutan harus kabur ke luar daerah.

Ia menegaskan, untuk mengantisipasi kejadian tersebut, kedepan Posdaya akan berupaya untuk benar-benar menyeleksi setiap usulan dari masyarakat yang ingin mendapatkan pinjaman modal usaha.

“Kini dengan jumlah anggota 100 orang, saya telah memperingatkan kepada anggota supaya jujur dalam melakukan pembayaran pinjaman. Kalau ada masalah, harap disampaikan,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...