Tabur Puja Meringankan Beban Petani di Solok

Editor: Koko Triarko

206

SOLOK – Kelompok Tabur Puja Tunas Mandiri di Jorong Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menjadi jawaban dari keluhan petani bawang yang kesulitan mengakses pinjaman uang di bank.

Hadirnya Tabur Puja di kawasan Sentra Bawang Merah itu, merupakan keinginan petani setempat untuk mendapatkan pinjaman modal usaha, tanpa membutuhkan persyaratan yang rumit.

Ketua Kelompok Tunas Mandiri, Usman Effendi/Foto: M. Noli Hendra

Apalagi, mengingat daerah tersebut berada di luar radar untuk mendapatkan pinjaman dana usaha dari pihak perbankkan, sehingga para petani di Nagari Kampung Batu Dalam sangat berharap ada pihak yang mampu memberikan pinjaman modal usaha.

Ketua Kelompok Tunas Mandiri, Usman Effendi, mengatakan pernah mendapat informasi tentang sebuah lembaga yang bisa meminjamkan uang tanpa ada persyaratan yang rumit. Informasi itu, memberikan harapan baru bagi petani yang sangat menginginkan dana penambah modal usaha.

“Saya pun mengajukan permohonan kepada Manager Tabur Puja yang berkantor di Koto Baru, Solok. Setelah daerah ini disurvey, Tabur Puja memenuhi harapan para petani, dan pada bulan Februari lalu, Tabur Puja resmi berdiri di daerah kami,” katanya, Rabu (23/5/2018).

Ia menyebutkan, cukup banyak petani komoditas hortikultura yang ada di kawasan Kampung Batu Dalam. Namun yang paling dominan ialah bertani bawang. Hal ini karena di daerah tersebut merupakan daerah pegunungan dengan udara yang sejuk.

“Saat ini kita baru punya 30 orang anggota yang sebagian besarnya petani. Meski pinjaman modal awal untuk usaha dari Tabur Puja sebanyak Rp2 juta, namun dapat digunakan sebaik mungkin,” ujarnya.

Uang pinjaman modal usaha dari Tabur Puja sebanyak Rp2 juta itu, sebenarnya kalau diukur secara nilai, dan bila dihitung untuk kebutuhan petani masih tergolong sedikit. Pasalnya, jika digunakan sepenuhnya, uang Rp2 juta itu hanya bisa untuk membeli bibit. Padahal, cukup banyak kebutuhan, seperti pupuk dan kebutuhan berkebun lainnya.

Namun, Usman menyebutkan setidaknya pinjaman itu telah mampu menyangga biaya yang dikeluarkan. Karena yang namanya menjalani usaha bertani, membutuhkan biaya yang besar.

“Yang jelas, petani yang telah menjadi anggota kita mulai terlihat beban kebutuhan biaya mulai berkurang. Nah, hal inilah yang kita harapkan ada Tabur Puja,” tegasnya.

Ke depan, ia berencana terus dapat menambah jumlah anggota Tabur Puja, agar kondisi perekonomian pertanian di kawasan tersebut terus membaik. Apalagi, di kawasan tersebut merupakan kawasan Sentra Bawang Merah di Sumbar.

Baca Juga
Lihat juga...