Tak Bersosialisasi, Seorang Pria di Maumere Diamankan Polisi

Editor: Satmoko

451
Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang, SIK. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE – Setelah mendapat laporan warga di Jalan Lamtoro Centrum Kelurahan Nangameting Kota Maumere, personil polisi Polres Sikka Jumat (19/5/2018) pukul 08.00 WITA mengamankan seorang pria berinisial WL kelahiran Jakarta 6 Juli 1972 yang diduga sebagai teroris.

“Setelah mendapat laporan petugas langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan seorang pria berinisial WL beserta beberapa barang yang ada di tempat kos miliknya. Pria ini dibawa ke Mapolres Sikka untuk diinterogasi,” ujar AKBP Rickson PM Situmorang, SIK, Sabtu (19/5/2018).

Dikatakan Rickson, pria yang memiliki alamat KTP BTN Pesona Praja desa/kelurahan Cinangsi kecamatan Cibogo kabupaten Subang, Banten ini dicurigai gerak-geriknya oleh masyarakat sekitar karena jarang keluar rumah untuk bersosialisasi dengan masyarakat setempat.

“Setelah dilakukan interogasi dengan menghadirkan para saksi dan keluarga, ternyata pria ini merupakan seorang guru yang mengajar pelatihan matematika di beberapa SMA di kota Maumere. Orang tersebut tinggal di rumah kos milik bapak DD Guru Matematika di SMA Negeri 1 Maumere,” terangnya.

Adapun tujuan WL datang ke Maumere terang Rickson, guna mengajar pelatihan Matematika di SMA Negeri 1 Maumere, SMA Negeri 2 Maumere dan SMK Negeri 3 Maumere untuk persiapan Ujian USBN, UNBK, Ujian Masuk STAN bagi para siswa.

“WL juga melakukan pengajaran penggunaan rumus cepat bagi siswa, penggunaan pembuatan rumus cepat bagi guru serta pelatihan kelas internasional. Hari ini yang bersangkutan kami sarankan untuk kembali ke kampung halamannya,” terangnya.

Adapun barang-barang yang dibawa oleh orang tersebut, beber Rickson, yakni tas warna kuning yang berisikan dokumentasi serta flash disk. Tas plastik kresek warna biru berisikan rokok serta bekal selama dalam perjalanan ke Maumere juga sebuah telepon genggam merek Maxtron.

Pemilik kos DD yang juga guru di SMAN1 Maumere membenarkan bahwa pria tersebut memang tinggal di kos-kosan miliknya dan memberikan pelatihan Matematika di SMAN1 Maumere. Orang ini sudah berada di kabupaten Sikka sejak sekitar 2 bulan lalu.

“Benar beliau tinggal di tempat kos milik saya dan dia juga selama ini memberikan pelatihan Matematika bagi para murid dan guru di sekolah saya,” ungkapnya.

Informasi yang didapat Cendana News di Polres Sikka menyebutkan, selain tidak bersosialisasi dengan tetangga sekitar rumah, WL juga sebelumnya ditangkap aparat Polsek Nita sebab memotret sekolah STFK Ledalero sehingga warga yang melintas di pinggir jalan mencurigai dan melaporkannya ke polisi.

Pria gondrong dan rambutnya sering dikuncir ini, dalam menjalankan aktivitasnya lebih suka berjalan kaki dibandingkan dengan naik angkutan atau ojek sepeda motor dari rumah ke lokasi sekolah tempatnya mengajar. Pernah dia berjalan kaki sejauh 8 kilometer pulang pergi ke tempat tinggalnya.

Baca Juga
Lihat juga...