Taman Bunga Dukung Samiran Desa Wisata Unggulan

Editor: Koko Triarko

460

SOLO — Desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, dipersiapkan untuk menjadi desa wisata unggulan. Karenanya, tak hanya penataan kawasan perkampungan dengan membangun kampung homestay, namun sejumlah fasilitas pendukung lainnya juga disiapkan. 

Salah satunya  yang saat ini sedang dalam pengerjaan adalah taman bunga, yang lokasinya tak jauh dari Warung Damandiri Desa Samiran. Di lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari Warung Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera ini, lahan seluas 3.000 meter persegi dijadikan objek wisata taman bunga.

“Lahan ini milik warga, namun oleh Damandiri disewa untuk dijadikan taman bunga. Ke depan, taman ini menjadi ajang selfi pengunjung,” kata Mawardi, Minggu (13/5/2018).

Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya (tengah) didampingi sekretaris yayasan, Firdaus di Desa Samiran. -Foto: Harun Alrosid

Ketua Koperasi Sahabat Damandiri ini menjelaskan, dibangunnya taman bunga ini untuk mendukung Desa Samiran sebagai Desa Wisata yang lebih terintegrasi. Taman bunga akan menghadirkan ratusan bunga khas Gunung Merapi dan Merbabu, serta sejumlah bunga dari daerah lain yang sesuai dengan kontur tanam di dataran tinggi.

“Jadi, pengunjung atau tamu yang datang ke Samiran tidak hanya disajikan warung atau pun homestay.  Damandiri juga membuatkan taman bunga, karena potensi bunga di Merapi cukup banyak dan tanah yang subur menjadi pilihan tersendiri,” ungkap dia.

Taman bunga yang dibangun di Samiran ini ke depan akan melibatkan arsitek khsusus ahli taman dari Jakarta. “Kalau untuk nominalnya saya kurang tahu. Yang jelas butuh cukup banyak biaya, karena lahan ini juga sewa dari warga,” urai Mawardi.

Baca: Kampung Homestay Damandiri di Samiran, Tumbuh Pesat

Semakin berkembang pesatnya perekonomian dan pemberdayaan masyarakat, dirinya yakin Desa Mandiri Lestari yang menjadi tujuan program Yayasan Damandiri di Samiran dapat terwujud.

Terlebih, warga sangat dibantu dengan berbagai tenaga ahli, baik selaku pendamping maupun diberikan pelatihan-pelatihan khusus. “Warga sudah banyak merasakan manfaat Damandiri. Baik dari pelatihan ibu-ibu rumah tangga, ada peternakan kandang komunal, ada juga taman bunga ini,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya,  menerangkan dibangunnya taman bunga ini untuk melengkapi Samiran sebagai ikon wisata.  Juga untuk mendukung, agar pengunjung dapat menikmati potensi keindahan alam menjadi lebih bagus.

Mawardi, Ketua Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Desa Samiran. -Foto: Harun Alrosid

Menurutnya, keberadaan taman bunga bisa dijadikan sarana memperkenalkan keragaman hayati di bidang bunga yang ada di Samiran maupun Selo.

“Potensi bunga di sini ternyata luar biasa. Nanti juga akan dijual bibit bunga yang dapat dibawa pulang oleh pengunjung. Harapannya, ini sebagai sarana edukasi, yakni kita tanamkan cinta kepada bunga. Coba lihat masyarakat sekitar belum banyak yang sadar akan cinta bunga, bandingkan dengan Eropa,” katanya.

Dibangunnya taman bunga ini diharapkan dapat berkembang di masyarakat. Yakni, masyarakat kreatif dengan membuat bunga dalam pot-pot kecil dan dapat dijadikan sumber penghasilan tambahan. Ke depan, keragaman bunga di Selo bukan tidak  mungkin akan menjadi produk andalan di Solo maupun Jawa Tengah.

“Kalau Jepang ada bunga Sakura, kenapa di kita tidak? Padahal, potensi keragaman bunga di Indonesia sangat banyak. Ini tentu akan memacu kreativitas warga,” tandasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.