Tekan Inflasi, Balikpapan Gelar Bazar Ramadan

Editor: Koko Triarko

228
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI KPw. Kota Balikpapan, Thomy Andryas. –Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Memasuki bulan Ramadan, Pemerintah Kota Balikpapan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah terus berupaya menekan angka inflasi, salah satunya dengan menggelar bazar Ramadan di beberapa titik.

Komoditas bahan pangan akan menjadi komoditi pokok dalam bazar Ramadan, seperti beras, gula pasir, daging ayam, daging sapi beku dan lainnya, yang menjadi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Lebaran.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikpapan memantau dalam pekan ke dua bulan Mei atau jelang Ramadan, inflasi kira-kira 0,23 persen, sementara pada April 2018 inflasi kota mencapai 0,3 persen, angka itu lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

“Dalam pekan ke dua bulan Mei atau jelang Ramadan, inflasi kira-kira 0,23 persen. Harapannya memang bahan pangan ini pasokannya lancar dan distribusi tidak terganggu, sehingga harga bahan pangan stabil,” terang Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI KPw. Kota Balikpapan, Thomy Andryas, Kamis, (17/5/2018).

Untuk menstabilkan harga selama Ramadan dan memenuhi kebutuhan masyarakat, pada bulan Mei ini akan dilaksanakan Bazar Ramadan.

Menurutnya, hal ini menjadi strategi supaya masyarakat banyak pilihan berbelaja, dan harga di pasaran juga tetap terkendali. “Tapi, diharapakan di Bazar Ramadan masyarakat juga tidak berbelanja berlebihan dan sesuai kebutuhan sehari-hari. Dan, kita selalu serukan belanja bijak,” tegas Thomy.

Dari pantauannya, dia menyebutkan ada sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan harga, seperti ayam ras. Namun, hal itu karena tidak lepas dari pasokan yang relatif berkurang dari biasanya.

“Saya dengar dari dinas terkait, pasokan itu berkurang sedikit karena bisa jadi karena sakit ayamnya sehingga terjadi penurunan stok,” kata Thomy Andryas.

Plt. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, juga mengatakan bazar Ramadan akan digelar di beberapa titik, seperti di Kecamatan dan instansi terkait. “Ada beberapa titik lagi disiapkan untuk pemerataan di sejumlah kecamatan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, bazar Ramadan salah satu upaya bersama menekan kenaikan harga di pasaran dan menekan angka inflasi sepanjang Ramadan. Sehingga sepanjang Ramadan ini harga juga tetap stabil, kendati beberapa komoditi seperti ayam ras mengalami kenaikan.

“Kenaikan yang terjadi masih batas wajar, bahkan bawang merah justru perlahan mengalami penurunan,” tambahnya.

Baca Juga
Lihat juga...