Tembus Pasar Internasional, Produk Kalsel Butuh Peran Agency

Editor: Koko Triarko

318
Desainer Fashion Muslim Internasional, Vivi Zubedi –Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN – Desainer Fashion Muslim Internasional, Vivi Zubedi, berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel bisa lebih serius mendorong berbagai produk pengusaha lokal, agar bisa naik kelas.

Hal tersebut diungkapkannya di sela kegiatan seminar ekonomi dan bisnis bertema ‘potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk menjawab tantangan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kalsel”, Rabu (23/5/2018), di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalsel.

“Caranya bisa dengan membentuk sebuah agency yang fokus mempermak berbagai produk lokal potensial untuk siap naik kelas ke pasar internasional,” ucap Vivi.

Menurut dia, di Kalsel sebenarnya banyak memiliki produk yang potensial untuk dijual di pasar internasional. Salah satunya produk fashion Kain Sasirangan dari Kota Banjarmasin dan Tenun Pagatan dari Kabupaten Tanah Bumbu.

“Dua produk tersebut sebenarnya sangat unik dan punya potensi bekembang yang lebih besar dari saat ini. Namun, karena dibiarkan begitu saja, baik dari sisi produksi dan pemasarannya, menjadikan produk ini lebih banyak bermain hanya di pasar lokal,” katanya.

Baginya, kehadiran Agency bukan hanya untuk membantu pengusaha lokal mempermak pemasaran produknya agar lebih terlihat menarik, namun juga bisa membenahi proses produksi, sehingga lebih modern untuk meningkatkan kuantitas produk.

“Kalau ingin memasuki pasar internasional, bukan saja harus unik dan menarik, namun juga harus bisa konsisten dari sisi kuantitasnya. Nah, yang saya lihat di Kalsel masalah kuantitas ini belum mampu dipenuhi oleh pengusaha lokal, sehingga produknya sulit untuk menembus pasar internasional,” ungkapnya.

Bahkan, usulnya, Agency yang dibentuk nantinya bisa membawa berbagai Trainer dari luar, agar bisa memberikan pelatihan yang intensif untuk bisa mendorong pengusaha lokal meningkatkan kuantitas dan kualitas produk.

“Jika agency ini bisa benar-benar dibentuk, saya meyakini ke depan akan banyak produk Kalsel yang bisa menembus pasar internasional. Kalau sudah demikian, tentunya akan terjadi efek domino ekonomi yang positif bagi daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel, Bierhasani, mengakui masih minimnya berbagai produk handycraft Kalsel yang mampu memasuki pasar internasional.

Ada pun kendalanya diakuinya bukanlah dari sisi kualitas produk, namun dari sisi kuantitasnya. Sulitnya perajin lokal memenuhi kebutuhan pasar internasional dengan skala besar karena terbatasnya SDM dan teknologi, menjadikan produk lokal sulit menembus pasar internasional.

Baca Juga
Lihat juga...