Terimbas Layu Fusarium, Petani Musnahkan Tanaman Pisang

Editor: Mahadeva WS

278

LAMPUNG – Petani pembudidaya buah pisang di Desa Kelaten dan Desa Penengahan Kecamatan Penengahan memusnahkan sebagian tanaman pisangnya. Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar.

Salah satu petani Jumadi (40) menyebut, membakar dipilih karena cara tersebut membantu menghindarkan hama bersumber dari jamur Fusarium Oxysphorum menjalar ke tanaman lain. Tanaman pisang yang terimbas penyakit layu fusarium mengalami layu pada bagian daun, kemudian batang pohon membusuk dan buah pisang berwarna hitam.

Jumadi menyebut fusarium menyerang tanaman pisang miliknya dari jenis varietas Janten,Kepok, Rajabulu, Barlin, dan Rajanangka. Sebagian buah pisang yang kerap dicari masyarakat untuk membuat kolak saat Ramadan kini tak bisa dijual akibat buah pisang yang rusak.

Kerusakan buah pisang terinfeksi jamur fusarium tidak terlihat dari luar karena baru bisa diketahui ketika buah pisang dibelah. “Saat tanaman pisang terkena layu fusarium ciri fisik paling terlihat daun pisang layu bewarna kuning, batang membusuk. Buah terlihat bagus, namun saat dibelah bagian dalam memiliki bercak hitam dan tidak layak dikonsumsi,” terang Jumadi, Selasa (15/5/2018).

Jumadi menyebut lahannya yang memiliki luas setengah hektar ditanami pisang sebanyak seratus rumpun dengan berbagai varietas. Penyakit layu fusarium muncul karena kebun yang kurang bersih dan juga kurangnya perawatan. Lokasi yang ditumbuhi rumput disebutnya ikut menjadi faktor penyakit jamur fusarium menjalar ke sejumlah tanaman lain.

Awalnya penyakit tersebut bisa berasal dari tanaman lain yang sudah terinfeksi dan tertular melalui pisau, sabit atau golok yang sudah terkena getah tanaman terinfeksi. “Petani tidak bisa mengontrolnya karena terkadang ada penggembala kambing, kerbau menebang pelepah pisang terinfeksi dan menular ke pohon pisang sehat,” cetus Jumadi.

Petani lain Tantio (30) menyebut, masih beruntung memiliki pisang tahan hama diantaranya pisang tanduk dan pisang muli. Meski tahan terhadap penyakit layu fusarium Dia memastikan, tetap menjaga kebersihan kebun yang ditanami pisang. Tambahan nutrisi pupuk NPK,SP36 dan dolomit bahkan diaplikasikan pada puluhan rumpun pisang yang ditanamnya.

Tantio memastikan, jenis pisang yang ditanam di pekarangan rumah tidak terimbas penyakit layu fusarium. Berdasarkan pengalaman, penyakit layu fusarium tidak bisa diobati dengan pengobatan dan hanya bisa dilakukan dengan cara memusnahkan menggunakan api.

Pemusnahan dengan cara membakar dilakukan pada tanaman pisang yang ditanam di kebun berdekatan dengan tanaman pisang yang sudah terinfeksi. “Cara terbaik memusnahkan hama layu fusarium dengan cara menebang selanjutnya membakar dengan api agar jamur mati,” tegasnya.

Maryono, petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) UPTD Penyuluh Pertanian Lapangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHBun) Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPTD PPL Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHBun) Lampung Selatan Maryono menyebut, kondisi cuaca ikut menyumbang munculnya hama layu fusarium. Kondisi cuaca ekstrim berupa hujan diselingi panas yang tidak menentu membuat hama fusarium cepat menjalar ke rumpun pohon pisang.

Langkah pencegahan harus dilakukan petani pembudidaya dengan menjaga kebersihan kebun. Penjarangan rumpun pisang dengan menyisakan maksimal empat batang bisa mencegah jamur tumbuh. Proses pembubunan dengan penimbunan tanah pada rumpun pisang bisa meminimalisir tumbuhnya jamur. “Petani yang menggunakan sabit untuk menebang batang pisang terinfeksi tidak  boleh menggunakan untuk menebas pohon sehat,” tegasnya.

Penularan melalui cairan pelepah serta batang pisang menjadi cara penularan layu fusarium tercepat. Proses perendaman dengan air panas serta menggunakan kapur serta herbisida dianjurkan menghindarkan penyakit dari penyakit fusarium. Proses penyuntikan menggunakan minyak tanah dianjurkan untuk mengurangi dampak serangan hama fusarium. Pemusnahan dengan cara dibakar menjadi pilihan terakhir.

Serangan hama fusarium mendekati bulan suci ramadan dan hari raya lebaran disebut Maryono cukup merugikan petani. Sebab buah pisang yang bisa dipanen setiap setengah sebulan sekali dan menghasilkan sekirRp500ribu sekali panen tidak bisa dipanen.

Buah pisang banyak dijadikan bahan baku pembuatan keripik dan kolak saat Ramadan dan hari raya tidak bisa dijual. Beruntung selain menanam pisang sebagian petani memiliki komoditas perkebunan kelapa dan kakao yang bisa menghasilkan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.