Teror Bom Surabaya, Polda Bali Minta Masyarakat Tenang

Editor: Mahadeva WS

296
Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Hengky Wijaya - Foto: Sultan Anshori.

DENPASAR – Bali khususnya Kota Denpasar sempat dihebohkan dengan informasi adanya wanita bercadar dengan seorang anak yang disebut-sebut mencoba masuk kedalam komplek asrama polisi yang berada tepat di depan Mapolda Bali, Senin (14/5/2018).

Disebut-sebut, saat akan ditanya oleh petugas, wanita tersebut langsung melarikan Diri menggunakan sepeda motor. Informasi tersebut beredar di media sosial (Medsos) warga Denpasar. Informasi tersebut langsung direspon anggota Polda Bali dengan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Wijaya mengatakan, tidak ada hal yang mencurigakan dari aktivitas perempuan bersama anaknya tersebut. Keduanya hanya singgah sebentar, sambil menyantap snack dan minum air. “Setiap orang yang melakukan aktivitas mencurigakan kita datangi dan temui. Sudah kami periksa namun jika tidak ada bukti yang mengarah ke arah pidana maka kita lepas kembali,” Ujar Hengky, Senin (14/5/2018).

Hengky menyebut, saat ini jajaran Polda Bali tidak melakukan tindakan apapun termasuk upaya penyisiran sebagai tindaklanjut dari informasi yang beredar di medsos tersebut. Senin siang dilakukan penutupan jalan secara sementara sebagai bagian dari simulasi pengamanan.

“Tidak bener kami melakukan penyisiran itu, Jadi tolong dipastikan informasi yang masuk jangan ditelan mentah-mentah dan dianggap benar. Pastikan dulu di sana informasinya dari mana, kalau kita menyebar hoaks sama saja menimbulkan keresahan di masyarakat,” tandas Hengky.

Diharapkan, masyarakat untuk tidak gampang percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenaranya. Masyarakat diharapkan tetap tenang, dalam situasi seperti saat ini bisa saja ada oknum yang mencoba bikin keruh situasi di tengah masyarakat.

Polda Bali disebutnya, sudah menerapkan siaga satu sejak lima hari yang lalu sebagai langkah preventif atas tindakan yang tidak diinginkan. Pihaknya sudah menerjunkan tambahan personil untuk melakukan pengamanan di titik-titik tertentu di Bali, seperti tempat wisata, pelabuhan, terminal dan bandara.

Tambahan personil tersebut sebanyak tiga perempat dari jumlah personil yang ada di masing-masing kesatuan. Sebelumnya, paska insiden peledakan bom di Kota Surabaya, situasi masyarakat kurang kondusif. Hal itu dipengaruhi banyak beredarnya informasi hoaks secara masif di media sosial.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.