Teror Marak Terjadi, Warga Kampung Buton Tunjukan Toleransi

Editor: Mahadeva WS

646

MAUMERE – Maraknya aksi terror bom mengatasnamakan agama di berbagai tempat menjadi batu ujian kehidupan toleransi antar umat beragama di Indonesia sedang diuji. Namun aksi teror seperti peledakan bom di tiga gereja di Surabaya tidak mempengaruhi kehidupan toleransi umat beragama di kabupaten Sikka Provinsi NTT khususnya di Kampung Buton Kelurahan Kota Uneng Kota Maumere.

Warga yang tinggal di daerah tersebut masih menjaga rasa toleransi antar umat beragama. Hubungan antara warga yang beragama Islam dan Katolik sangat terjaga dengan baik sejak dahulu. “Saat prosesi pengarakan patung P Bunda Maria, Selasa (15/5/2018) malam di wilayah di lingkungan Santo Antonius Kampung Buton, para Remaja Masjid (Remas) Al- Hidayah bersama umat Muslim, terjun langsung bersama umat Katolik menyambut kedatangan patung Bunda Maria ke wilayah kami,” sebut warga Kampung Toban Taufik Koban, Rabu (16/5/2018).

Pastor paroki Santo Yosep gereja Katedral Maumere Romo Yohanes Satu Ndopo,Pr (kiri) bersama Imam Masjid Al-Hidayah Kampung Buton kelurahan Kota Uneng kota Maumere Kusman Efendi. Foto : Ebed de Rosary

Warga pemeluk agama Katolik tersebut menjelaskan, saat penyambutan patung Bunda Maria di wilayah mereka, perwakilan remaja masjid Muhammad Irfan mengalungkan bunga ke Patung Bunda Maria. Kejadian disebutnya belum pernah terjadi sebelumnya.

Saat  patung Bunda Maria akan ditahtakan di tempatnya yaitu di teras rumah, tiga orang anggota remaja masjid  Irwan, Izam, dan Arfan mengambil peran dengan memindahkan patung dari tempat pengusungan ke tempat petahtaan. “Semua umat Katolik serta umat Muslim yang hadir terharu menyaksikan suasana ini. Ini sebuah kejadian langka yang memperlihatkan bahwa kebersamaan, persaudaraan dan kehidupan toleransi antar umat Muslim dan katolik di daerah ini masih terjaga, “ tambahnya.

Imam Masjid Al-Hidayah Kampung Buton Kusman Efendi mengatakan, toleransi antar umat beragama di pulau Flores sudah berlangsung sejak dahulu kala. Kondisinya perlu terus dipertahankan demi terciptanya suasana aman dan damai bagi segenap warga negara. “Kami mengutuk keras aksi teror bom di sejumlah gereja dan kantor polisi di tanah air dengan berkedok agama Islam. Aksi terorisme tersebut bukan mencerminkan ajaran agama islam,” ungkapnya.

Pastor paroki Katedral Santo Yosep Maumere Romo Yohanes Satu Ndopo,Pr mengaku sangat terharu melihat penyambutan yang dilakukan umat Islam dalam perarakan patung Bunda Maria. “Ini bentuk toleransi antar umat beragama yang patut dicontoh. Saya baru pertama kali menyaksikan kejadian ini dan sangat terharu dengan terlibatnya umat Muslim dalam prosesi ini. Saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas semua ini,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.