Terorisme Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Wisata Komodo

290
Komodo - Foto Istimewa

KUPANG – Otoritas Balai Taman Nasional Komodo (TNK) menilai, aksi terorisme di Tanah Air seperti di Surabaya, Sidoarjo dan Riau tidak berdampak signifikan terhadap arus wisatawan ke TNK.

Kepala Balai TNK Budi Kurniawan mengatakan, aktivitas kunjungan ke TNK masih seperti biasa. “Peristiwa terorisme tidak berdampak signifikan terhadap arus kunjungan wisatawan ke sini,” katanya, Jumat (18/5/2018).

Sementara tercatat, aksi serangan teroris tersebut seakan mendesak sedikitnya 14 negara mengeluarkan travel advice terhadap warganya yang berpergian ke Indonesia. Beberapa negara yang mengeluarkan warning diantaranya, Inggris, Polandia, Perancis, Irlandia dan Swiss.

Kemudian, Amerika, Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Kanada, Filipina dan Brazil. Dikeluarkannya travel advice itu, menurut Budi Kurniawan, bisa saja mengurungkan niat wiasawatan berkunjung ke Indonesia termasuk wisata TNK.

TNK merupakan salah satu destinasi dunia yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis). Saat ini disebut, aktivitas wisatawan yang sudah berada di TNK maupun Labuan Bajo, Ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, tetap berlangsung. Bahkan ada pula wisatawan yang juga berdatangan ke daerah setempat.

Budi menyebut, pemerintah daerah Manggarai Barat bersama aparat keamanan setempat juga terus melakukan pengamanan terutama pada pintu masuk di pelabuhan dan bandara Komodo di Labuan Bajo. Pengamanan di dalam kawasan TN Komodo tetap dilakukan seperti biasa melalui patroli rutin pengamanan maupun pengawasan pengunjung.

“Tentunya pemerintah secara nasional juga telah meningkatkan pengamanan. Kami berharap situasi ini segera membaik sehingga aktivitas wisatawan ke Komodo tetap aman dan lancar,” pungkas Budi Kurniawan. (Ant)

Baca Juga
Atraksi Memintal Benang Meriahkan Festival Tiga Gu... LEWOLEBA --- Sekitar seribu pelajar menggunakan Tenue atau alat pemintal kapas menjadi benang di tangan berbaris di sepanjang jalur di puncak Bukit Ci...
Labuan Bajo, Surga Wisata Alam KUPANG – Sektor pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa tahun terakhir ini cukup menggembirakan. Hampir setiap tahun, sejumlah kawasan wi...
Pantai Pasir Putih Riangsunge, Pulau Solor yang Ma... FLORES – Pantai Raingsunge di Dusun Riangsunge, Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, merupakan sebuah pantai berpasir p...
Infrastruktur Pariwisata di Sumba, Butuh Perhatian KUPANG  - Majalah Focus, Jerman, beberapa waktu lalu menobatkan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu di antara 33 pulau terindah di dun...
Lobo Keda, Ritual Adat Masyarakat Nggela Ende ENDE – Ada yang berbeda di perkampungan adat Nggela, Desa Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Minggu (19/8/2018). Ribuan orang dari berbagai d...
Pantai Plea Nama Waimana di Flotim Butuh Penataan LARANTUKA – Pemerintah kabupaten Flores Timur diminta melakukan penataan Pantai Plea Nama Waimana II di Desa Halakodanuan, Kecamatan Lewolema, Kabupat...
Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Balikpapan Perlu T... BALIKPAPAN – Balikpapan Tourism Board (BTB) menilai, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan tidak hanya dengan menambah destinasi yang dimiliki. Hal t...