Tingkatkan Ekonomi Warga, Posdaya Nangka Galakkan Tanam Kelengkeng

Editor: Satmoko

281

YOGYAKARTA – Upaya penanggulangan kemiskinan bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan potensi di desa masing-masing.

Hal itulah yang coba dilakukan Posdaya Nangka di Dusun Menggungan, Desa Tawangsari, Pengasih, Kulon Progo. Memiliki wilayah ladang dan pekarangan yang luas, warga dusun melakukan gerakan penanaman pohon kelengkeng secara bersama-sama.

Sebagai upaya tindak lanjut program pemerintah di tingkat desa untuk mewujudkan desa wisata, sejak dua tahun terakhir warga Dusun Menggungan mulai menanam pohon kelengkeng di lahan masing-masing.

Ketua Posdaya Nangka yang juga Dukuh Menggungan, Erlida, mengatakan, bibit pohon kelengkeng diberikan pada setiap Kepala Keluarga (KK) atas bantuan dari pemerintah desa. Saat ini hampir semua warga telah memiliki pohon kelengkeng produktif di lahan pekarangan masing-masing.

Ketua Posdaya Nangka yang juga Dukuh Menggungan, Erlida. Foto Jatmika H Kusmargana

“Gerakan penanaman pohon kelengkeng ini dilakukan untuk mendukung desa wisata Tawangsari. Agar desa memiliki ciri khas. Selain itu penanaman pohon produktif juga dapat memberikan penghasilan tambahan bagi warga. Apalagi di sini hampir semua rumah memiliki lahan dan pekarangan luas,” katanya.

Selain berdampak positif bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga, gerakan penanaman pohon produktif kelengkeng tersebut juga dinilai dapat menjadi salah satu cara menjaga kondisi lingkungan dusun.

Banyaknya tanaman yang ditanam di pekarangan rumah warga, secara tidak langsung juga ikut membantu mengatasi kondisi perubahan iklim, memperbaiki kondisi air tanah, serta menambah estetika kawasan desa, dan sebagainya.

“Karena gerakan penanaman ini dilakukan dari bibit, memang saat ini belum semua pohon kelengkeng bisa berbuah dan dipanen. Namun, paling tidak, warga sudah memiliki kesadaran untuk memulai,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...