Titiek Soeharto Kutuk Keras Pelaku Bom Gereja di Surabaya

Editor: Satmoko

1.904

YOGYAKARTA – Siti Hediati Haryadi, Titiek Soeharto, mengutuk keras tindakan serangan bom di tiga gereja di Surabaya, pada Minggu (13/5/2018) pagi. Bom yang diduga merupakan serangan bunuh diri ini setidaknya merenggut 11 nyawa dan puluhan orang lainnya luka-luka.

Belum usai keterkejutan publik terhadap kasus penyanderaan yang menimbulkan korban jiwa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Rabu (9/5) kemarin, masyarakat di Tanah Air kembali dikejutkan dengan ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, yakni di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna, pada Minggu (13/5) pagi.

“Dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Solo dengan kereta api, saya membaca berita yang mengejutkan, tentang ledakan-ledakan bom yang dilakukan oleh teroris. Saya mengutuk keras aksi terorisme yang memakan korban rakyat tak berdosa,” kata Titiek Soeharto, dalam pesannya yang disampaikan kepada Cendana News.

Titiek Soeharto bersama kerabat saat berada di Stasiun Tugu Yogyakarta sebelum bertolak ke Solo. Foto: Ist

Sebelumnya, Putri Cendana tersebut berada di Yogyakarta selama tiga hari, dan pada Minggu (13/5) bersama Menteri Sosial, Idrus Marham, serta Gubernur DIY, Sultan HB X, melepas peserta lomba lari 11 kilometer dalam ajang Patriot Run yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana.

“Semoga Allah SWT melindungi kita, melindungi bangsa kita,” sambung Anggota DPR-MPR RI Fraksi Partai Golkar tersebut.

Sementara itu hingga siang ini, dikabarkan korban meninggal dunia akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya menjadi 11 orang dan 41 orang lainnya luka-luka.

Kapolri Jenderal Titio Karnavian yang datang meninjau lokasi kejadian di Gereja Santa Maria Tak Bercela, menginstruksikan penyelidikan cepat dilakukan. Sementara sebagaimana dikutip dari antaranews, Presiden Joko Widodo juga telah tiba di Surabaya untuk mengunjungi korban ledakan bom.

Presiden tiba di bandara Internasional Juanda, Sidoarjo menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 pukul 14.30 WIB, didampingi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

Ledakan bom terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela pada sekitar pukul 07.30 WIB, dan dua ledakan lainnya diperkirakan hanya berjeda masing-masing 5 menit setelah ledakan pertama. (CDN/Ant)

Baca Juga
Lihat juga...