Titiek Soeharto Lepas Peserta Ajang Patriot Run

Editor: Satmoko

869

YOGYAKARTA – Upaya untuk memupuk rasa patriotisme dan nasionalisme harus terus digalakkan kalangan pemuda. Hal tersebut bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya melalui kegiatan olahraga, serta mengunjungi lokasi-lokasi peristiwa bersejarah.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, SE, atau akrab pula disapa Titiek Soeharto, seusai melepas kegiatan ajang lomba lari maraton bertajuk Patriot Run yang digelar Universitas Mercu Buana Yogyakarta, di kampus setempat, Minggu (13/5/2018).

“Kegiatan semacam ini diharapkan dapat meningkatkan rasa patriotisme dan nasionalisme di kalangan pemuda. Agar tidak luntur. Apalagi lomba ini juga melewati rute-rute bersejarah. Diharapkan peserta dapat mengetahui apa yang telah dilakukan para pendahulu,” ujarnya seusai melepas peserta lomba lari bersama Menteri Sosial Idrus Marham dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Titiek Soeharto didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Menteri Sosial Idrus Marham saat melepas ajang Patriot Run di UMB. Foto Jatmika H Kusmargana

Mensos Idrus Marham sendiri mengatakan sejarah tidak boleh hanya dilihat sebagai sebuah kronologi, namun juga sebagai masa depan. Karena itu sejarah harus mampu memotivasi dan menginspirasi generasi muda. Yakni untuk melihat masalah secara lebih rasional, logis dan melahirkan pemikiran baru.

“Semangat masa lalu harus diakselerasi menjadi inspirasi bersama. Sejarah juga harus dilihat secara objektif dan menjadi teladan generasi masa sekarang dan masa depan sehingga tidak terputus,” ungkapnya.

Humas UMB, Widarto, selaku panitia acara mengatakan, ajang lomba lari maraton Patriot Run sendiri digelar dengan sejumlah misi. Selain berolahraga, Patriot Run juga memiliki semangat untuk mengingat dan mengenal sejarah masa silam.

Diikuti sebanyak 2000 lebih peserta, ajang lomba Patriot Run ini melibatkan semua unsur kalangan mulai dari Polri dan TNI, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

“Patriot Run ini digelar bulan Mei karena di bulan Mei ini banyak diperingati hari penting. Baik hari pendidikan, hari kebangkitan nasional, hingga hari perebutan Irian Barat yang dikomandani Mayjen Soeharto,” katanya.

Titiek Soeharto didampingi Menteri Sosial Idrus Marham dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. Foto Jatmika H Kusmargana

Dengan jarak tempuh sepanjang 6 dan 11 kilometer, ajang Patriot Run ini digelar melewati rute lokasi bersejarah. Di antaranya Gunung Jepati yang menjadi tempat tertembaknya bapak dari Probosutedjo, Atmo Pawiro, Monumen Setu Legi dan Makam Somenggalan yang merupakan tempat pembantaian massal serta kuburan massal warga Dusun Kemusuk saat masa agresi militer Belanda ke II.

“Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan hibah buku dari PLN dan Balai Pustaka ke Museum Memorial Soeharto. Diharapkan pembagian buku ini dapat meningkatkan minat gemar membaca masyarakat sekaligus mengenal sejarah,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...