TMII Suguhkan Kesenian Religi di Pekan Ramadan

Editor: Satmoko

245
Manajer Budaya dan Informasi TMII, Dwi Windyanto. Foto : Sri Sugiarti.

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyelenggarakan serangkaian kegiatan Pekan Ramadan 1439 Hijriyah yang akan digelar pada pertengahan puasa.

Manajer Informasi Budaya dan Wisata TMII, Dwi Windyanto mengatakan, dalam pekan Ramadan TMII selalu mengadakan sejumlah cara yang bersifat religi. Seperti lomba marawis, busana Muslim, memukul bedug, dan lainnya hingga bazar.

“Lomba itu digelar di Plaza Tugu Api Pancasila TMII pada sore hari menjelang buka puasa,” kata Dwi kepada Cendana News saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Pusat Informasi TMII, Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Menurutnya, lomba religi tidak lepas dengan pertunjukan seni dan budaya. Mengingat TMII adalah wadah pengembangan dan pelestarian budaya bangsa. Kegiatan Ramadan ini merupakan salah satu penunjang geliat kebudayaan.

Dalam Pekan Ramadan itu, jelas dia, ada makna budaya atau tradisi umat Muslim Indonesia. Perayaan Idul Fitri di Indonesia pun sarat dengan tradisi budaya, sangatlah berbeda dengan negara lain.

“TMII ingin memberi warna khas pada Ramadan ini, menjadikan budaya dan agama beriringan dengan menampilkan acara Islami,” ujar Dwi.

Pada bulan penuh berkah ini, sebut dia, TMII juga menggelar kegiatan bakti sosial dengan memberikan santunan kepada kaum dhuafa dan yatim piatu. Juga pembagian ratusan takjil kepada pengunjung TMII di Plaza Tugu Api Pancasila.

“Pembagian takjil ini bergantian antar-anjungan daerah. Misalnya anjungan sebelah utara yaitu Jambi, Sumatera Selatan dan Riau,” jelasnya.

Selain itu, TMII juga rutin mengadakan buka bersama karyawan dan perusahaan-perusahaan. Tahun lalu, sekitar 2000 orang mengikuti buka bersama. Diharapkan tahun ini acara tersebut juga bisa berjalan lancar.

Terkait mudik lebaran, kata Dwi, pihaknya juga memfasilitasi area parkir TMII untuk digunakan pelepasan para pemudik lebaran dari berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pelepasan mudik lebaran ini tradisi yang setiap tahun digelar di TMII.

“Kita berikan fasilitas perusahaan BUMN untuk melepas para pemudik. Ini sinergi agar setiap tahun diadakan di TMII,” ujarnya.

Menurutnya, setelah pekan Ramadan berlalu, berlanjut ke acara Pekan Lebaran. Kegiatan ini dimulai pada lebaran pertama selama sepekan.

Jadi, kata Dwi, bagi masyarakat yang tidak sempat pulang ke kampung halaman bisa berkunjung ke TMII.

Pekan Lebaran 1439 Hijriyah, TMII menyediakan ragam acara gelar seni budaya daerah dan kesenian rakyat. Seperti Sisinganan, Reog Ponorogo, Jajangkungan, dan masih banyak lagi.

Setiap anjungan daerah juga menampilkan potensi seni budayanya. Sehingga kata Dwi, masyarakat yang  berkunjung ke TMII bisa terobati rasa kangennya atas kampung halaman.

“Kami berupaya memanjakan pengunjung dengan menampilkan seni budaya daerah dan atraksi kesenian rakyat. Jadi meskipun mereka tidak pulang kampung, tapi serasa pulang kampung,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...