TMII Tambah Akses Pintu Masuk

Editor: Koko Triarko

575
JAKARTA – Manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menambah pintu masuk ke area wisata tersebut, sebagai upaya meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung.
Manajer Informasi Budaya dan Wisata, Dwi Widyarto, mengatakan, selama ini sudah ada empat pintu keluar masuk TMII yang dioperasikan. Di antaranya, pintu utama di Jalan Taman Mini 1 masih menjadi pintu utama terbanyak yang dilalui pengunjung setiap harinya.
Manajer Informasi Budaya dan Wisata TMII, Dwi Widyarto. -Foto: Sri Sugiarti.
Sedangkan tiga pintu lainnya, adalah pintu kedua bisa diakses dari arah Jalan Asrama Haji, pintu ketiga berada di sebelah wahana Teater Imax Keong Mas tembus ke arah Ceger dan Kampung Rambutan. Dan, pintu keempat tembus ke arah Lubang Buaya.
Ada pun pintu kelima yang saat ini masih dalam proses penyelesaian pembangunannya, terletak di samping Taman Budaya Thionghoa. Akses baru ini dibuat sebagai alternatif bagi pengunjung yang akan keluar ke arah Bambu Apus-Ceger.
“Kita buat pintu lima, kita persiapkan supaya bisa membantu melancarkan akses pengunjung,” kata Dwi, kepada Cendana News, Senin (28/5/2018).
Upaya lainnya, sebut dia, adalah pelebaran area pintu masuk. Seperti pelebaran pintu tiga yang sebelumnya dua jalur sekarang diperluas menjadi empat jalur. Pelebaran pintu tiga ini masih dalam proses penyelesaian.
Selain itu, pelebaran jalan di siku-siku jalan yang yang sebelumnya tak bisa dilalui bus, diperbaiki untuk memudahkan kendaraan masuk. Seperti pelebaran jalan seberang Plaza Tugu Api Pancasila, yakni tikungan jalan yang mengarah ke stasiun kereta gantung dan snowbay.
Pelebaran jalan juga dilakukan di depan Museum Penerangan, tepatnya dekat pintu empat. Tikungan tajam di area tersebut dibuat menipis untuk mempermudah akses kendaraan melintas.
Selain itu, jalur gorong-gorong juga diupayakan diperbaiki. Semua perbaikan fasilitas ini dilalukan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung.
Apalagi, menurut Dwi, harga tiket masuk TMII sudah dinaikkan dari yang sebelumnya Rp10.000 per orang, kini menjadi Rp15.000 per orang. Sehingga, konsekuensi dari hasil kenaikan itu adalah manajemen harus memperhatikan kenyamanan pengunjung.
“TMII ini luasnya hanya 150 hektare, tidak bisa luas lagi. Kita harus menata TMII, agar nyaman tidak macet, fasilitas diperbaiki dengan pelebaran pintu masuk dan jalan,” kata Dwi.
Dia mengatakan, TMII akan terus berbenah, agar bisa lebih maju dengan inovasi-inovasi yang bisa melayani pengunjung lebih baik. Salah satunya, memberi kenyamanan ketika berkunjung ke TMII, areanya tidak macet, krodit.
“Sehingga kesan orang kalau wisata ke TMII itu macet bisa dihilangkan,” ujarnya.
Namun demikian, jelas Dwi, kemacetan di TMII selama ini masih dalam batas wajar, karena tidak sampai terkunci alias tak bergerak. Karena semua kendaraan yang masuk area TMII masih bisa terkendali bergerak.
Dengan adanya perbaikan fasilitas jalan, Dwi berharap pengunjung akan merasa lebih nyaman lagi. Sehingga target 6 juta pengunjung di 2018 ini bisa sukses tercapai.
“Target 2018 adalah 6 juta pengunjung. Tahun lalu, 5 juta pengunjung, berarti naik 1 juta per tahun. Kalau target kita naik tentunya harus ada perbaikan fasilitas,” tandasnya.
Menurut Dwi, apa yang dilakukan manajemen adalah progres yang bagus yang telah dipikirkan matang untuk mewujudkan kenyamanan bagi pengunjung.
“Semua fasilitas terpenuhi dan kita bisa berbenah diri, berarti kan perusahaan itu sehat,” tutupnya.
Baca Juga
Lihat juga...