Udara Jakarta dan Palembang Mendukung Pelaksanaan Asian Games

Editor: Mahadeva WS

246
Menteri LHK Siti Nurbaya, Foto. Ekslusif KLHK - Foto M Fahrizal

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendukung betapa pentingnya kualitas udara dalam rangka penyelenggaraan Asian games di Jakarta dan Palembang.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyebut, saat ini KLHK telah melakukan beberapa kegiatan untuk memantau kondisi udara di Jakarta dan Palembang. Salah satunya menempatkan Air Quallity Monitoring System (AQMS) atau alat yang secara realtime dapat menggambarkan kualitas udara ambien.

Informasi dari AQMS diberikan secara realtime untuk Particulate Matter 2.5 (P.M 2.5). Dengan alat tersebut dapat dimonitor bahan-bahan partikel udara yang berukuran 2.5 mikrogram.

Di Palembang AQMS ditempatkan secara fix station sebanyak satu unit yang beroperasi sejak Januari 2017 lalu. Selain itu juga dioperasionalkan satu unit AQMS secara portable. Sementara di Jakarta, AQMS ditempatkan secara tetap sebanyak satu unit dan telah beroperasi sejak 2 Mei 2018 lalu.

AQMS tetap di Jakarta tersebut didukung tiga unit AQMS portable. Berdasarkan pemantauan kualitas udara sejak Januari sampai dengan April 2018 terpantau kualitas udara Palembang 13,9 mikrogram/m3. Sementara di Jakarta tercatat mencapai 35 mikrogram/m3. Sementara buku mutu harian menurut PP No.41/1999 adalah 65 mikrogram/m3 dan baku mutu menurut WHO adalah 25 mikrogram/m3.

“Kami sangat menghargai usaha-usaha yang mendukung semakin baiknya kualitas udara dengan penggunaan kendaraan resmi panitia (official) Asian Games dengan bahan bakar gas juga sterilisasi wilayah-wilayah tertentu dari kendaraan bermotor. Demikian pula upaya rekayasa lalu lintas pada beberapa koridor-koridor tertentu (sebanyak sembilan route),”Kata Siti Nurbaya, Jum’at (18/05/2018).

Untuk mendukung adanya udara bersih selama Asian Games, KLHK juga menyiapkan satuan tugas pemantau kualitas udara. Ada empat tim yang ditempatkan di Palembang dan Jakarta.  KLHK juga terus mendorong untuk menguji emisi dan penerapan Eco-driving, yaitu cara berkendaraan ramah lingkungan.

Kehematan BBM dengan eco-driving ini dapat dirasakan dengan catatan penggunaan per liter BBM dapat menempuh jarak sejauh 27 km. Berdasarkan hasil pemantaun tersebut, kualitas udara di Jakarta dan Palembang diklaim relatif baik dan siap.

Baca Juga
Lihat juga...