Usaha Kecil di Balikpapan Butuh Tempat dan Promosi

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan, Doortje Marpaung. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menghadapi dilema dalam upaya menertibkan keberadaan pelaku usaha kecil yang menjamur hampir di seluruh wilayah kota itu.
Keberadaan pelaku usaha yang didominasi pedagang kaki lima menyebabkan terganggunya sebagian fungsi fasilitas publik, seperti trotoar, jalan hingga taman.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Balikpapan, menyatakan persoalan tersebut tidak hanya disebabkan masih kurangnya kesadaran pelaku usaha.
“Hal ini kami akui, juga karena minimnya tempat usaha bagi mereka, serta masih minimnya sarana promosi,” kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung, Selasa (29/5/2018).
Ia berujar, promosi akan membantu dalam mengembangkan produk. Selama ini, media promosi masih kurang. Padahal, banyak tempat wisata Balikpapan yang sejatinya bisa dijadikan tempat pelaku usaha kecil menengah melakukan promosi.
Di sisi lain, banyak pedagang kaki lima di lokasi-lokasi publik yang tidak memandang estetika saat berjualan. “Kami akan atur, agar UKM yang menempati lokasi tersebut tetap bisa berjualan sekaligus dapat memenuhi unsur estetika,” imbuhnya, didampingi Kepala Bidang Industri DKUMKMP Kota Balikpapan, Adwar Skendra Putra.
Selain akan menambah sarana promosi bagi usaha kecil, pemerintah akan memperbanyak acara yang mengundang keramaian. Pemerintah Balikpapan mencatat, jumlah industri kecil menengah yang masih akif dan berpoduski sekitar 200 orang.
“Sementara untuk data yang nonformal jauh lebih banyak, kira-kira mencapai belasan ribu yang didominasi kuliner,” katanya.
Keterbatasan sumber daya dan bahan baku menyebabkan industri kecil di bidang kriya tak berkembang. Karena itu, Adwar Skendra menambahkan, Bidang IKM DKUMKMP ikut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Makanya, fokus ke ekonomi kreatif. Karena kita memiliki tempat pariwisata seperti Monpera, Taman 3 Generasi, dan lainnya. Itu bisa jadi lokasi branding, dan dapat dimanfaatkan,” jelasnya.
Saat ini ,banyak tempat menarik asal ada space berfoto. Banyak usaha kuliner seperti foodtruck yang masih membutuhkan tempat yang khusus bagi mereka. Menurutnya, UKM butuh wadah untuk berpromosi.
Lihat juga...