Wagub DKI: Siskamling Bisa Deteksi Dini Aksi Teror

Editor: Koko Triarko

164
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta warga supaya aktifkan kembali siskamling untuk mencegah hal yang tak diinginkan seperti ancaman terorisme, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018). –Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, meminta kepada warga untuk selalu menghidupkan sistem keamanan lingkungan (siskamling), untuk memastikan situasi aman dan kondusif dan bisa mendeteksi dini aksi teror. 

“Kita harapkan warga juga melihat sekeliling mereka dan peduli secara bergotong-royong memastikan, bahwa situasinya aman dan kondisif dan terus selalu dilaporkan dan jangan menimbulkan kecemasan baru, karena kita tidak boleh paranoid. Tapi, kita tingkatkan kewaspadaan,” kata Sandiaga, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

Dia juga meminta kesigapan warga dalam memperhatikan lingkungannya. Bila warga melihat ada yang mencurigakan, wajib melaporkan ke RT, RW dan LMK. Pasalnya, kata Sandi, para RT RW dan LMK tersebut sudah mendapat arahan, bahwa mereka harus mengawasi dan kalau ada hal-hal yang mencurigakan harus segera melaporkan ke pihak berwajib setelah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya.

“Jadi, kemarin kita berkoordinasi dengan Bapak Kapolda dan Pangdam melalui Pak Gubernur, bahwa kita tingkatkan kewaspadaan. Walaupun Siaga 1 sudah diturunkan ke Siaga, tapi kota tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Kita gunakan seluruh di level terendah sampai pak RT, RW sudah mendapatkan breafing, bahwa mereka harus mengawasi dan kalau ada hal-hal yang mencurigakan harus dilaporkan kepada pihak yang berwenang dan berwajib, paling tidak di level kelurahan kita harus berkoordinasi dengan aparat TNI dan Kepolisian,” jelasnya.

Sandi meminta para RT, RW, dan Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) untuk memperhatikan juga penghuni kos di sekitar lingkungan masing-masing. Supaya tidak menimbulkan gesekan antara warga sekitar.

“Jangan smapai menimbulkan gesekan. Di sinilah leadership. Pak Lurah kerja sama dengan LMK dan aparat RT dan RW. Di sini kita garap leadership, kepemimpinan mereka yang mengayomi. Jangan menghadirkan satu gesekan baru, tapi justru kita saling mewaspadai,” tuturnya.

Kemudian dia juga meminta kepada warga pendatang harus melaporkan diri ke RT RW setempat satu kali 24 jam. “Satu kali 24 jam harus lapor, itu harus. Itu menurut saya tinggal dieksekusi,” pintanya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk