Wagub DKI Tunggu Laporan Soal Warga Tarawih di JPO

Editor: Koko Triarko

206
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2018). –Foto: Lina Fitria 

JAKARTA – Wakil Gubenur DKI, Sandiaga Uno, mengaku sedih mendengar kabar adanya warga daerah Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, yang melakukan salat tarawih di jembatan penyeberangan orang (JPO).

Dia mengatakan, dirinya akan meminta camat dan lurah sekitar untuk mencari lokasi tersebut. Supaya tidak terulang kembali. “Ya, itu saya terenyuh banget. Pak Lurahnya saya coba cari dekat situ sama Pak Camatnya. Kemarin sudah ngomong sama teman-teman dari wilayah,” ujar Sandiaga, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2018).

Menurutnya, saat ini Pemprov DKI sedang menunggu laporan dari Camat dan Lurah yang dimaksudkan untuk dimintai keterangan. “Lagi mau dilaporkan siang ini. Untuk diberikan arahan, diberikan imbauan kepada mereka,” tuturnya.

Sandi mengatakan, pihaknya akan mencari alternatif lain agar masyarakat tak lagi salat di JPO, karena ada faktor keselamatan jemaah yang harus diperhatikan.

“Kita akan berikan alternatif karena itu sangat tidak baik. Bahwa ada faktor keselamatannya juga. Faktor kepantasan juga,” imbuhnya.

Kemudian, kata Sandi, para ulama mengatakan, bahwa salat di JPO dinilai kurang pantas dilakukan.

“Kita lihat ulama kan menyampaikan keutamaan salat itu di Masjid,” tuturnya.

Mantan pengusaha itu berpesan kepada seluruh masyarakat muslim untuk melakukan salat di Masjid. Kecuali, jika dalam kondisi darurat. Dia pun akan mencarikan tempat salat untuk warga pasar Gembrong supaya tidak ada lagi warga yang salat di atas JPO.

“Itu juga membawa hikmah. Kita memberikan semua pesan untuk yang salat sebisa mungkin di Masjid. Tapi, kalau memang darurat dan tidak ada tempat ya dicarikan tempat oleh saya,” paparnya.

Warga Pasar Gembrong JakartaTimur melaksanakan salat tarawih pada bulan suci Ramadan 1439 Hijriah di atas trotoar dan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Basuki Rahmat, lantaran kapasitas Musala Miftahuljannah tak mampu memuat banyaknya jemaah.

Baca Juga
Lihat juga...