Wakapolres Sikka Desak Pendataan Penghuni Rumah Kos

Editor: Mahadeva WS

884
Wakapolres Sikka kompol Iswahyudi. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE – Seluruh Kepala Desa dan Lurah melalui RT dan RW diminta melakukan pendataan jumlah rumah yang ada di wilayahnya. Termasuk melakukan pendataan identitas penghuni rumah kos.

Wakapolres Sikka Kompol iswahyudi menyebut, kebijakan tersebut sebagai tindaklanjut terjadap teror yang terjadi beberapa hari terakhir. “Berkaitan dengan berbagai kejadian di berbagai daerah di tanah air saya menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tetap memelihara kebersamaan antar sesama warga,” pintanya, Kamis (24/5/2018).

Iswahyudi meminta seluruh aparat kelurahan dan desa selalu bersinergi dengan aparat keamanan seperti anggota Polsek dan anggota Koramil yang bertugas di desa dan kelurahan setempat. Terutama dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Sementara Ketua RT dan RW diminta untuk melaporkan kepada pemerintah dalam hal ini kelurahan dan desa, setiap perkembangan kehadiran orang baru di wilayah masing-masing.  “Hal itu untuk mengidentifiikasi sejak dini adanya kemungkinan sesuatu hal atau potensi yang akan terjadi. Aktifkan seluruh Pos Kamling di wilayah masing-masing untuk menjaga kenyamanan dan keamanan di wilayahnya,” tandasnya.

Lurah Beru Robi Flanas mengatakan, di Kabupaten Sikka jumlah rumah kos terbanyak ada di wilayahnya. Hal itu dikarenakan keberadaan Kampus Unipa ada di Kelurahan Beru. Hanya saja untuk proses pendataan penghuni kos, pihak kelurahan merasa kesulitan.

“Kesulitan kami dari kelurahan adalah saat siang hari, penghuni kos tidak berada di tempat. Kalau malam pintu kos sudah tertutup. Padahal di wilayah kami banyak penghuni kos dari luar daerah,” tandasnya.

Lurah Beru meminta bantuan Polres Sikka untuk membantu secara hersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada penghuni dan pemilik rumah kos. Setelah dilakukan sosialisasi baru dilakukan sidak di setiap rumah kos.

Baca Juga
Lihat juga...