Warga Doreng Dikecewakan Anggota DPRD Sikka

Editor: Mahadeva WS

702

MAUMERE – Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas dualisme panitia pendirian Sekolah Manengah Atas Negeri (SMAN) di Kecamatan Doreng hanya dihadiri lima anggota DPRD Sikka. Sementara DPRD Sikka tercatat memiliki 35 anggota minus tiga anggota DPRD yang mengundurkan diri dan bermasalah hukum.

Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan warga yang menghadiri acara tersebut di DPRD Kabupaten Sikka. “Kami sebagai masyarakat sangat kecewa dengan tidak hadirnya anggota dewan. Mungkin dibalik ini ada kepentingan-kepentingan sedikit orang yang akan membuat masyarakat menjadi korban,” sebut Warga Desa Waihawa Kecamatan Doreng Antonius, usai mengikut RDP di DPRD Kabupaten Sikka, Kamis (24/5/2018).

Oni menyebut, pendidikan merupakan sektor yang sangat penting. Keberadaanya berhubungan dengan kepentingan generasi penerus. Sehingga seharusnya anggota dewan hadir semua agar bisa mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Apalagi Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini sudah diagendakan. Masyarakat sangat antusias sekali membangun sekolah sekolah ini dan berharap kalau bisa tahun ajaran 2018 ini sudah bisa terjawab keinginan masyarakat soal pendirian sekolah ini,” sebutnya.

Sementara itu Ketua Fraksi PAN DPRD Sikka Philip Fransiskus juga menyesalkan banyaknya anggota DPRD yang tidak hadir. Pada rapat yang dipimpin anggota DPRD dari Fraksi PDIP Stef Sumandi tersebut, hanya dihadiri Okto Gleko asal Fraksi Demokrat, Yani Making asal Fraksi Nasdem dan Hengky Rebu dari Fraksi Golkar. “Melihat kehadiran teman-teman anggota dewan yang hanya lima orang ini sepertinya kita perlu jadwalkan kembali rapat ini agar bisa diambil langkah soal permasalahan ini,” tandasnya.

Senada Dengan Philip, Yani Making menyebut, agenda rapat yang sudah dijadwalkan seharusnya dihadiri minimal dua per tiga anggota dewan. Hal itu agar bisa menghasilkan solusi terbaik dan rekomendasi terkait permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Yani Making anggota DPRD Sikka asal fraksi Nasdem. Foto : Ebed de Rosary

“Saya mengapresiasi niat baik masyarakat dan saya berharap seluruh masyarakat di kecamatan ini sama-sama berjuang untuk menghadirkan SMAN di Kecamatan Doreng. Mari buang jauh-jauh segala kepentingan pribadi atau golongan dan dua panitia yang ada bisa dilebur jadi satu,” harapnya.

Yani meminta agar ada penambahan satu lokasi alternatif  untuk melengkapi dua lokasi yang sudah ada. Hal itu agar ada lokasi cadangan lainnya jika dua lokasi yang direkomendasikan dari survey tidak layak dari sisi teknis. Sementara jika melihat dari sisi kebutuhan menurutnya, keberadaan sekolah tersebut sudah dibutuhkan.

Keberadaanya untuk mendekatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Diharapkan niat baik segenap komponen masyarakat dan pemerintah desa serta kecamatan tersebut dapat segera memiliki keputusan bersama.

Dalam rapat yang berlangsung selama 2,5 jam tersebut, Pimpinan Rapat Stef Sumandi merekomendasikan agar dua panitia yang sudah terbentuk dilebur menjadi satu. Kemudian panitia juga diminta untuk  menyiapkan satu lokasi usulan baru selain dua lokasi yang sudah diusulkan oleh masyarakat sebelumnya.

Baca Juga
Lihat juga...