Warga Keluhkan Drainase di Pintu Masuk Pelabuhan Laurens Say

Editor: Koko Triarko

347

MAUMERE – Kondisi di sekitar pintu masuk Pelabuhan Laurens Say Maumere, yang merupakan pelabuhan laut terbesar di Flores tampak memprihatinkan. Air menggenang di banyak tempat, lantaran saluran air tak berfungsi.

“Ini sangat memalukan sekali. Apalagi, di depan pelabuhan Laurens Say, di mana ada kantor Pelindo, Syahbandar dan Bea Cukai Pratama yang membawahi beberapa kabupaten di pulau Flores,” sebut Emil Soge,Rabu (23/5/2018).

Menurut warga kota Maumere ini, saluran air yang tidak berfungsi menyebabkan air tergenang di sepanjang saluran di bagian barat pintu masuk pelabuhan Laurens Say Maumere.

“Selain menimbulkan pemandangan yang tidak bagus, juga akan menimbulkan penyakit. Air yang menggenang tersebut di musim panas pun masih dibiarkan saja dan menyebarkan bau tidak sedap,” tuturnya.

Selain itu, tambah Emil, bila musim hujan, air tidak bisa masuk ke pelabuhan, karena jalan depan pintu masuk sudah ditinggikan, sehingga air otomatis akan menggenangi berbagai kios, rumah makan dan perumahan warga sekitar.

Emil pun mengimbau, seharusnya pihak pelabuhan melaporkan permasalahan ini kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sikka, agar bisa diatasi. Kalau masa bodoh dan dibiarkan terus, maka kondisi lingkungan yang tidak terurus ini akan membuat masyarakat sekitar menderita akibat menghirup bau tidak sedap dan terkena penyakit.

“Harusunya pihak Bea Cukai malu dengan kondisi ini. Kalau ada tamu yang datang pasti disuguhkan dengan pemandangan yang tidak bagus, padahal gedung kantor Pelindo,S yahbandar dan Bea Cukai sangat bagus, namun lingkungan sekitarnya jorok dan tidak terawat,” sesalnya.

Antonius Gregorius, warga yang bermukim depan pelabuhan Laurens Say, menyebutkan, untuk mencegah terjadinya banjir yang menggenangi rumah warga maka saluran sepanjang sekitar 300 meter di depan kantor Pelindo III Maumere, KSOP Laurens Say, Bea Cukai Maumere serta pintu masuk pelabuhan harus diperbaiki.

Emil Soge, warga kota Maumere kabupaten Sikka. -Foto: Ebed de Rosary

“Drainasenya perlu dibersihkan, dibangun kembali lebih lebar serta kedalamannya pun ditambah, agar bisa menampung air hujan. Agar air hujan bisa mengalir ke Kali Mati di sisi timur pelabuhan, bagian barat drainase harus dibangun lebih tinggi,” tegasnya.

Saat terjadi hujan, jelas Rori, air banjir akan mengalir dari wilayah kelurahan Nangalimang dan Madawat di ketinggian menuju kelurahan Kota Uneng di depan pelabuhan Laurens Say Maumere.

“Untuk itu, pemerintah perlu memperbaiki drainse di jalur tersebut serta memecah aliran air, agar tidak terjadi banjir di pemukiman warga depan pelabuhan Laurens Say,” harapnya.

General Manager PT. Pelindo III cabang Maumere, Yuvensius Andre Kartiko, menjelaskan, pihaknya memang tidak memiliki kewenangan untuk memperbaiki saluran air serta mencegah terjadinya banjir di depan pintu masuk pelabuhan Laurens Say yang sering dikeluhkan warga.

“Pihak kami siap bekerja sama dan membantu bila pemerintah ingin melakukan perbaikan saluran air ini,  sebab itu merupakan kewenangan pemerintah. Kami juga sudah memasang penyaring di drainase, agar sampah tidak ikut terbawa ke laut saat banjir,” tuturnya.

Andri sapaannya, menambahkan, masyarakat juga harus membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan, sebab saat hujan lebat aliran air akan terhalang sampah, sehingga tidak bisa mnegalir lancar di saluran.

Baca Juga
Lihat juga...