Warga Lampung Timur Konservasi Bekas Tambang Pasir dengan Berbagai Jenis Pohon

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

241

LAMPUNG — Bekas tambang pasir terbuka di wilayah kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur menyisakan danau danau kecil yang terbengkelai. Sebagian bahkan hanya ditumbuhi tanaman air seperti gelagah, pandan air dan menjadi lokasi pemancingan ikan liar oleh warga. Selain terbengkelai, kondisinya bahkan membahayakan bagi masyarakat, terutama anak anak yang tidak mendapat pengawasan dari orangtua.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Agus Siswanto (34) salah satu warga desa Rejomulyo kecamatan Pasir Sakti akhirnya membeli lahan seluas satu hektare. Selanjutnya ia mulai mengajukan permohonan bibit ke Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS-WSS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Saya meminta rekomendasi dari desa untuk pengajuan bibit sesuai dengan luasan lahan yang saya miliki di bekas tambang pasir terutama untuk jenis tanaman yang cocok untuk di lahan berpasir,” terang Agus Siswanto salah satu warga desa Rejomulyo kecamatan Pasir Sakti saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (23/5/2018).

Pada tahap pertama Agus Siswanto menyebut melakukan proses penimbunan dengan menggunakan batu keriting dan pasir. Kemudian, pada petak petak khusus ia mulai menambah dengan tanah subur yang diperoleh dari campuran pupuk kompos dan limbah pertanian.

Sejak dua tahun terakhir belasan jenis tanaman yang diminta secara gratis dari BPDASWSS digunakan di lahan tersebut. Di antaranya akasia daun kecil, akasia daun lebar, pule, ketapang kencana, cemara laut, mahoni, cempaka, kenanga, kayu putih daun lebar dan jenis pohon buah nangkadak, kelengkeng, jambu air dan lainnya.

Langkah penanaman berbagai jenis pohon kayu dan buah dengan jumlah ratusan batang tersebut diakuinya berhasil. Pada beberapa lahan yang gersang saat ini sudah tidak berpotensi longsor dan membahayakan.

Selanjutnya ia membuat tanggul disertai talud penahan dari semen dan batu agar lebih kuat. Sebagian sengaja ditanami tanaman peneduh penahan longsor sekaligus beberapa gubuk untuk tempat berteduh.

Salah satu kendala mengatasi kurang suburnya tanah berpasir di bekas tambang pasir, Agus Siswanto mengaku menggunakan pupuk mutiara. Sejumlah pupuk digunakannya agar berbagai jenis tanaman tersebut tumbuh dengan normal.

“Awalnya ratusan hektare bekas galian tambang pasir di wilayah ini sejauh memandang gersang tapi lama kelamaan mulai banyak tanaman yang tumbuh terutama lahan yang saya konservasi,” terangnya.

Setelah sejumlah pepohonan tersebut tumbuh subur, ia menyebut mulai memanfaatkan eks tambang pasir untuk menjadi lokasi mencari mata pencaharian.

Agus Siswanto
Hamparan bekas tambang pasir yang sebagian sudah dikelola oleh Agus Siswanto menjadi lokasi wisata dan budidaya ikan air tawar [Foto: Henk Widi]
Bermodalkan keinginan untuk memiliki usaha dengan memanfaatkan bekas tambang pasir ia mengawali dengan lahan satu hektare. Sebagian lahan harus ditimbun dengan batu, tanah dan pasir untuk bangunan dan sebagian dipertahankan sebagai kolam yang dibuat tanggul.

Satu petak bekas galian pasir disebutnya memiliki kedalaman hingga 2 meter dan dipergunakan untuk budidaya ikan air tawar. Sebagian kolam tersebut sudah berisi ikan ikan liar yang berasal dari sungai dan masuk ke area kolam. Meski demikian ia menambah benih ikan jenis nila sebanyak 20.000 ekor, ikan emas sebanyak 10.000 ekor dan sebagian ikan mujahir, gurame yang jumlahnya mencapai puluhan ribu ekor.

“Selain benih ikan yang saya budidayakan semenjak ada genangan air bekas galian pasir ikan endemik Pasir Sakti di antaranya gabus, betutu, lobster air tawar dan mujahir sudah berkembangbiak alami, tinggal saya beri pakan rutin,” terang Agus Siswanto.

Berbagai jenis ikan air tawar yang sengaja dibudidayakan menjadi upaya untuk memanfaatkan bekas galian pasir tersebut. Selain itu menjaga kondisi kolam yang tetap alami membuat ikan air tawar yang dikembangkan bisa memperoleh pasokan pakan alami dari lumut. Setelah hampir satu tahun melakukan budidaya, sebagian besar ikan yang dikembangkan sudah bisa dipanen.

Lihat juga...

Isi komentar yuk