Warga Serbu Pasar Murah di Klaten

Editor: Koko Triarko

343
SOLO – Antusiasme warga terhadap pasar murah sembako jelang lebaran tahun sangat tinggi. Hal ini terlihat dengan banyaknya warga yang mendatangi berbagai lokasi digelarnya pasar murah sembako di Solo dan sekitarnya. 
Salah satunya pasar murah sembako yang dilaksanakan di Kantor Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Ribuan warga mendatangi kantor desa ini untuk mendapatkan paket sembako berupa 5 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir dan 1 liter minyak goreng dengan harga Rp40.000.
“Ini murah sekali, kalau dibanding harga pasaran sampai Rp90 ribu,” kata Sugiarti, salah satu warga setempat, Jumat (25/5/2018).
Endang Srikarti Handayani saat menggelar pasar murah di Gedaren, Klaten, Jawa Tengah -Foto: Harun Alrosid
Perempuan 43 tahun ini mengaku datang ke pasar murah sembako karena diajak oleh tetangganya, yang sebagian besar juga ikut pasar murah tersebut.
Menurut dia, pasar murah sembako jelang lebaran ini sangat membantu kebutuhan masyarakat. Terlebih harga sembako di pasaran tengah melejit, hingga semakin memberatkan warga miskin. “Kalau di pasar bawa uang Rp40 ribu baru dapat beras 4 kilogram saja. Ini sudah dapat gula sama minyak,” lanjutnya.
Hal serupa juga dirasakan Suyadi, yang mengaku pasar murah ini selain dapat meringankan beban masyarakat, juga dapat digunakan ajang silaturahmi. Warga bisa menyampaikan aspirasi terkait persoalan yang tengah dijalani.
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI, Endang Srikarti Handayani, menyatakan, pasar murah jelang lebaran ini sedikit berbeda dengan pasar murah sebelumnya. Jika pada pasar murah dirinya menyediakan kisaran 2.000 paket sembako murah, untuk hari ini dirinya menyiapkan 5.500 paket sembako murah.
“Sembako  murah hadir untuk rakyat. Ini bagian dari silaturahmi serta penyerapan aspirasi,” terang Endang.
Menurut Politisi Golkar ini, harga sembako di pasaran saat ini tidak hanya merangkak naik, melainkan sudah mencekik. Karena itu, ia meminta pemerintah mengevaluasi harga sembako di pasaran.
Politisi asal Boyolali itu juga meminta pemerintah daerah lebih rutin menggelar pasar murah, untuk meringankan beban masyarakat miskin.
“Saya kira kalau ada pemerintah daerah yang menggelar pasar murah sembako hanya per kecamatan itu sangat kurang. Warga miskin banyak yang dari desa, maka saya minta pasar murah dilakukan per desa. Kalau per kecamatan, tidak mencukupi dan mewakili masyarakat lainnya,” tegas dia, sambil menambahkan kegiatan Safari Ramadan juga memberikan bantuan berupa takjil di berbagai masjid di Solo dan sekitarnya.
Sementara itu, pasar murah sembako juga dilakukan di sejumlah lokasi lain. Misalnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Meko PMK) Puan Mahari, selama dua hari ini juga menggelar pasar murah di Klaten dan Sukoharjo.
Sementara, Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar-Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan, Eva Yuliana, selama dua hari ini juga menggelar pasar murah sembako di Klaten, Solo, Sukoharjo.
Eva menerangkan, selama Ramadan Kementerian Perdagangan menggelar pasar murah sembako di 400 titik di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Lihat juga...