Warga Tutup Proyek Tol Padang Pariaman-Pekanbaru

Editor: Koko Triarko

298
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra 
PADANG – Masyarakat menentang pembangunan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru, karena tidak ada kecocokkan harga jual tanah. Padahal, groundbreaking pembangunan tol itu telah dilakukan Presiden Joko Widodo, Februari, lalu. 
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, usai memimpin rapat, mengatakan, saat ini masyarakat setempat menutup sementara proses pengerjaan jalan tol. Masyarakat menyatakan, harga tanah perlu disepakati dari harga yang ditetapkan oleh masyarakat.
“Masyarakat menetapkan harga tanahnya mulai dari Rp28 ribu-Rp32 ribu per meter. Sekarang, masyarakat menutup pembangunannya. Inilah yang perlu kita bicarakan pada rapat selanjutnya, bersama sejumlah pihak termasuk Badan Pertanahan Nasional,” katanya, Rabu (30/5/2018).
Adanya perbedaan harga tanah itu, karena setiap segmen tanah itu berbeda harganya. Untuk itu, nantinya akan ada koordinasi dengan Walinagari setempat, sebagai orang yang menjadi pembanding harga tanah tersebut.
“Walinagari setempat mungkin bisa bantu dan mengetahui tanah yang mana saja yang memiliki segmen harga tanah dengan rentang harga yang telah ditentukan oleh masyarakat,” ujarnya.
Nasrul menyatakan, dengan kondisi demikian, maka pembangunan tol masih ditunda, karena saat ini masih dalam tahap proses negosiasi pembebasan lahan.
“Selain soal adanya orang yang ditunjuk untuk pembanding harga tanah, juga ada opsi lain untuk menyelesaikan masalah itu, tapi belum bisa saya uangkapkan sekarang, karena kita lihat dulu hasil rapat mendatang,” tegasnya.
Jalan tol akan dibangun sepanjang 244 Km. Pemprov Sumbar menargetkan proses pembayaran ganti rugi rampung pada Juli 2018, mendatang.
Proses ganti rugi di mulai sejak pekan kedua Mei. Untuk tahap awal, pembayaran akan dilakukan untuk ruas jalan sepanjang 4,2 km. Seperti untuk segmen Padang-Sicincin di Kabupaten Padang Pariaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumbar, Fathol Bari, mengatakan, pengerjaan jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru tetap mengikuti jadwal yang diberikan Kementerian PUPR. Targetnya seluruh segmen pertama, yaitu Padang-Sicincin rampung pada Juni 2019.
Dinas PUPR Sumbar telah memulai proses pematokan tahap kedua selepas pematokan tahap pertama sepanjang 4,2 km. Pihaknya melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk merampungkan pembuatan peta bidang dan konsultasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ).
Pembangunan jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru akan dilakukan dalam tiga tahap hingga 2023 mendatang. Tahap I menghubungkan Padang-Sicincin sepanjang 28 km. Tahap II menghubungkan Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 38 km. Tahap III menghubungkan Sicincin-Bangkinan sepanjang 189 km.
Pembangunan akan melibatkan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA). Termasuk pembiayaannya. Pembangunan jalan tol juga mengalami sedikit perubahan dengan ditambahnya terowongan untuk memangkas jarak.
Kementerian PUPR menyebutkan, sekitar 30 km jalan tol termasuk terowongan yang ada akan menekan pinjaman JICA hingga Rp9,5 triliun. Sementara total kebutuhan dana untuk menyelesaikan jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru sebesar Rp78,09 triliun.
Baca Juga
Lihat juga...