Warung Damandiri Ikut Atasi Angka Pengangguran

Editor: Mahadeva WS

352

YOGYAKARTA – Membuka lapangan kerja baru, menjadi salah satu yang sangat dibutuhkan mengatasi tingginya angka pengangguran saat ini. Hal itulah yang dilakukan Yayasan Damandiri, melalui program Desa Mandiri Lestari di seluruh wilayah Indonesia sejak diluncurkan di 2017 lalu. 

Salah satunya seperti terlihat di Desa Mandiri Lestari, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Desa Tamanmartani merupakan salah satu dari 18 Desa Mandiri Lestari, yang didirikan Yayasan Damandiri. Keberadaanya menjadi desa percontohan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia.

Selain memberikan bantuan di bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Yayasan Damandiri juga berupaya meningkatkan ekonomi warga desa dengan pendirian sejumlah usaha. Di desa Tamanmartani, sejumlah usaha didirikan dengan memaksimalkan potensi di sektor pariwisata.

Ilham Nur Sodik dan Tya Septia Dwi, sejumlah pemuda pemudi desa Tamanmartani yang ikut bekerja di Warung Damandiri – Foto : Jatmika H Kusmargana

Disamping membangun dan merenovasi rumah-rumah warga menjadi homestay, Yayasan Damandiri juga mendirikan sebuah warung sebagai unit usaha koperasi desa. Warung bernama Warung Damandiri tersebut, menjadi harapan untuk mengangkat ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga desa.

“Sejak diresmikan akhir 2017 lalu, dan evektif berjalan awal 2018, kita setidaknya telah mampu memperkerjakan dua orang warga desa sebagai karyawan. Seiring semakin ramai dan berkembangnya warung saat ini, kita berencana menambah satu karyawan lagi. Itu belum termasuk warga lain yang ikut berjualan di sini,” ujar pengelola Warung Damandiri Maimunah, Kamis (24/5/2018).

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Ilham Nur Sodik (22) yang tinggal di Karangmojo, Tamanmartani menyebut, mulai bekerja di Warung Damandiri sejak awal beroperasi. “Ya senang. Karena sebelumnya saya menganggur. Setelah bekerja disini, bisa mendapatkan penghasilan. Tidak perlu jauh-jauh bekerja di luar daerah,” ujar pemuda yang sebelumnya harus bekerja merantau di Jakarta tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Tia Septia Dwi (17) warga Prambanan. Ia mengaku bersyukur bisa bekerja di Warung Damandiri. Selain mendapatkan penghasilan, ia juga mengaku bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dalam memulai usaha di bidang kuliner. “Senang karena disini bisa dapat pengalaman. Khususnya memasak, karena sebelumnya saya juga bekerja di katering membantu saudara. Selain itu juga bisa mendapatkan penghasilan, rencananya mau saya tabung untuk biaya kuliah nanti,” katanya.

Pengelola Warung Damandiri, memilih anak-anak muda desa untuk ikut terlibat mengelola usaha yang dikonsep sebagai cafe rakyat tersebut. Mereka diberi kebebasan menuangkan ide kreatifitas dan gagasan untuk ikut mengembangkan usaha. “Kita libatkan anak-anak muda desa karena mereka memiliki banyak ide gagasan dan kreatifitas. Dari situ diharapkan mereka nantinya bisa ikut berkontribusi membantu mengembangkan dan memajukan desa secara mandiri,” pungkas Maimunah.

Baca Juga
Lihat juga...