banner lebaran

Wawancara Terbuka, CHA ini Setuju Hukuman Mati Sebagai Pidana Alternatif

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

158

JAKARTA — Calon Hakim Agung (CHA) Dr. Bambang Krisnawan, SH, MH setuju hukuman mati ditetapkan dalam hukum pidana Indonesia.

“Saya setuju ada hukuman mati, karena itu tidak bertentangan dengan Pancasila. Bahkan dalam Agama Islam yang saya anut, ada diatur hukuman mati,” kata Bambang Krisnawan yang saat ini berdinas di Pengadilan Tinggi Jayapura, Papua saat wawancara terbuka calon hakim agung (CHA) di Auditorium KY Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Meskipun demikian, menurut Hakim Tinggi kelahiran Bantul, Yogyakarta itu, hukuman mati harus merupakan ultimum remedium, yakni dijadikan pidana alternatif. Sehingga tidak serta merta diberikan kepada terpidana.

“Sebab, terpidana harus diberikan kesempatan untuk mendapatkan hukuman lain dan dilihat apakah sudah memberi efek jera,” ungkapnya.

Untuk terorisme sendiri, lanjut Bambang Krisnawan, perlu ada undang-undang khusus. Itu kejahatan yang luar biasa dan perlu penanganan secara khusus pula.

“UU Terorisme sudah seharusnya diperlakukan khusus, karena merupakan kejahatan luar biasa dan pelakunya memiliki koordinasi dan rencana yang kompleks sehingga menimbulkan dampak luas,” ungkapnya.

Terkait masalah integritas seorang hakim, Bambang Krisnawan mengatakan, bahwa terjadinya pelanggaran dan OTT terhadap para hakim disebabkan adanya sifat rakus, sehingga tidak pernah puas apa yang sudah dimiliki.

“Untuk ukuran sekarang penghasilan hakim sudah cukup. Terjadinya pelanggaran dan OTT terhadap hakim karena ada sebagian yang rakus. Kalau dulu saat tahun sembilan puluhan untuk pulang kampung saja harus meminjam uang dulu ke bank. Sekarang saya bisa minimal sekali sebulan pulang kampung tanpa masalah,” jelasnya.

Dr. Bambang Krisnawan, satu dari delapan calon hakim agung yang lolos seleksi wawancara terbuka di Komisi Yudisial untuk selanjutnya diserahkan kepada DPR untuk di fit and proper test. Bambang sendiri berada di kamar pidana.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.