60 Warga di Kota Malang Ikuti Pelatihan Membatik

Editor: Koko Triarko

241
MALANG – Sebanyak 60 orang perwakilan dari lima kecamatan di kota Malang, mengikuti pelatihan membatik dari dinas koperasi kota setempat, selama lima hari  berturut-turut. Mereka merupakan para pemula dalam dunia usaha batik.
Kepala Dinas Koperasi Kota Malang, Tri Widyani, mengatakan pelatihan tersebut sengaja ditujukan bagi para pemula yang mempunyai talenta di bidang membatik.
“Mereka yang ikut pelatihan sebenarnya sudah memiliki ketertarikan dalam hal membatik, hanya saja mereka belum tahu cara memulai berwirausaha di bidang batik. Untuk itu, kami berikan pelatihan, agar mereka nantinya bisa mengembangkan hasil dari pelatihan tersebut menjadi sebuah usaha baru bagi mereka,” jelasnya, Jumat (8/6/2018).
Peserta diasah agar lebih bisa berkreasi dan mengembangkan imajinasi untuk menggali konten-konten batik Malangan. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa benar-benar mandiri dan mampu berdaya saing untuk meningkatkan konten lokal batik.
Kepala Dinas Koperasi Tri Widyani. -Foto: Agus Nurchaliq
Menurut Tri, pelatihan tersebut sekaligus mendukung program pemerintah kota Malang yang ingin mengembangkan kampung-kampung kreatif.
“Dengan adanya pelatihan ini, kita harapkan  akan muncul kembali kampung-kampung kreatif dengan tema batik. Peserta pelatihan juga bisa menyosialisasikan atau menularkan ke warga sekitar, agar lebih mencintai batik, sehingga bisa memberikan nuansa batik di kampungnya,” ucapnya.
Disampaikan Tri, mereka yang ikut pelatihan merupakan orang-orang terpilih yang sudah melalui tahapan seleksi dan kurasi. Karena hanya mereka yang benar-benar serius yang diikutkan dalam pelatihan.
“Peserta yang mendaftar kita kurasi dulu, mana yang benar-benar serius, sedangkan yang tidak serius, tidak kita ikutkan. Karena tidak bisa biaya dari pemerintah ini digunakan untuk sesuatu yang tidak ada hasilnya,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu mentor yang turut mengajarkan cara membatik, Siti Malikhah, menjelaskan, bahwa ada berbagai proses yang harus dilalui dalam membuat batik, terutama batik dengan teknik colet.
Langkah pertama, yaitu membuat pola atau motif batik di atas kain putih. Setelah motif selesai dibuat, kain akan dibatik menggunakan canting. Tahap selanjutnya adalah kain yang telah dibatik diletakkan secara melebar di atas sebuah permukaan yang datar, kemudian dioleskan larutan zat pewarna remasol sebagai warna dasar, dengan menggunakan kuas berukuran besar. Selanjutnya kain dikering-anginkan selama beberapa jam.
“Proses pengeringan sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung, tapi cukup diangin-anginkan saja.  Karena jika dikeringkan di bawah sinar matahari, hasil warnanya akan mudah menjadi belang,” jelasnya.
Setelah diberi warna dasar, kemudian dicolet, yaitu memberi warna pada sebagian motif dengan menggunakan kuas berukuran kecil. Selanjutnya diberikan water glass untuk mengunci warna, agar warna batik tidak mudah luntur.
“Alhamdulillah, para peserta terlihat sangat semangat mengikuti setiap tahapan membatik,” tutupnya.
Baca Juga
Lihat juga...