83 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jawa Melalui Bakauheni

Editor: Mahadeva WS

228

LAMPUNG – Direktur Utama PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, Ira Puspadewi menyebut, baru 17 persen pemudik asal Sumatera yang kembali ke pulau Jawa. Sehingga masih 83 persen pemudik yang belum melakukan perjalanan balik ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni.

Traffic puncak arus balik diprediksikan ASDP akan terjadi pada Selasa (19/6/2018) dan Rabu (20/6/2018). Hal itu mempertimbangkan, Pegawai Negeri Sipil sudah harus kembali bekerja pada Kamis (21/6/2018). Sementara untuk pekerja swasta, sebagian akan kembali pada hari Sabtu (23/6/2018).

Pegawai swasta secara berangsur mulai masuk kerja pada Senin (25/6/2018). Hal tersebut membuat arus pemudik untuk balik akan terpecah pada awal pekan keempat Juni.

Dirut ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi didampingi GM ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto [Foto: Henk Widi]
Ira Puspadewi menyebut, pemudik yang bergerak meninggalkan Sumatera menuju Jawa di Senin (18/6/2018) mencapai 78.786 penumpang. Terdiri dari 63.662 penumpang dengan kendaraan dan 15.124 penumpang pejalan kaki. Jumlahnya meningkat dibandingkan hari hari sebelumnya yang rata rata hanya 40.000 penumpang perhari.

“Kondisi arus balik di pelabuhan Bakauheni hingga hari keempat lebaran masih relatif  lancar, diperkirakan mulai besok trafik penumpang, kendaraan akan meningkat dengan kembali bekerjanya pegawai instansi pemerintah dan swasta,” terang Ira Puspadewi saat dikonfirmasi Pelabuhan Bakauheni, Senin (18/6/2018).

Posko data angkutan lebaran Bakauheni mencatat, jumlah kendaraan roda dua yang telah menyeberang kembali ke Merak pada hari keempat lebaran mencapai 6.463 unit. Untuk kendaraan roda empat ada 9.019 unit, bus 234 unit dan total kendaraan roda empat atau lebih berjumlah 9.483 unit. Hingga Senin (18/6/2018) per 24 jam tercatat jumlah trip kapal mencapai 131 trip perhari.

Mengantisipasi lonjakan arus balik penumpang pejalan kaki, Pelabuhan Bakauheni telah menyiapkan 14 loket penjualan tiket. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan hari biasa yang hanya disediakan lima loket. Loket penjualan tiket kendaraan roda dua yang semula disediakan satu unit ditambah menjadi 14 loket. Loket penjualan tiket kendaraan roda empat dari semula delapan loket ditambah sembilan menjadi total 17 loket.

Ira Puspadewi menyebut, untuk meminimalisir penumpukan penumpang pejalan kaki, penjualan tiket online masih tetap diberlakukan. Penjualan tiket tersebut dilayani melalui layanan reservasi tiket kapal, https://www.indonesiaferry.co.id. Dengan layanan online pemudik tidak perlu mengantri di loket untuk mendapatkan tiket.

Pemudik juga akan diberikan hadiah dua unit kendaraan roda dua pada akhir angkutan lebaran. “Pembeli tiket secara online akan mendapatkan hadiah dua unit motor dengan cara diundi sebagai penyemangat pemudik,” tambah Ira Puspadewi.

Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Anton Murdianto menyebut, saat arus balik pemudik kendaraan roda dua dimanjakan. Penyediaan jalur khusus serta loket khusus kendaraan roda dua di dermaga VII dilakukan agar pengendara kendaraan roda dua tidak bercampur dengan pemudik pejalan kaki dan kendaraan roda empat atau lebih.

Sebanyak 1.500 hingga 2.000 unit kendaraan roda dua bisa diangkut dari dermaga VII pelabuhan Bakauheni. Saat terjadi antrian di tempat parkir kendaraan dermaga VII, beberapa unit kendaraan roda dua bisa dialihkan ke dermaga V dan VI pelabuhan Bakauheni.

Pengarahan kendaraan roda dua yang sudah penuh di lokasi parkir akan diarahkan oleh petugas security pelabuhan. Pengalihan ke dermaga V dan VI disebutnya dilakukan agar pemudik motor tidak tercampur dengan pejalan kaki yang ada di dermaga I,II dan III sehingga kapasitas penumpang bisa terbagi dalam beberapa kapal.

Baca Juga
Lihat juga...