852.007 Penduduk NTT Belum Rekam KTP-El

Editor: Koko Triarko

217
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sikka, Ekon Bernadus Ratu. -Foto: Ebed de Rosary
KUPANG – Sebanyak 852.007 penduduk di Provinsi NTT, yang tersebar di 21 kabupaten dan 1 kota, belum melakukan perekaman KTP Elektronik per 31 Mei 2018. Sementara, yang sudah melakukan perekaman hanya 3.075.885 penduduk.
“Total jumlah penduduk NTT yang wajib memiliki KTP Elektronik sebanyak 3.927.892, dari jumlah penduduk NTT sebanyak 5.367.720 orang. Persentase perekaman per 31 Mei 2018 telah mencapai 78,31 persen,” kata Ir. Hendrik Manesi, Kabid Dukcapil Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Selasa (26/6/2018).
Menurut Hendrik, perekaman KTP Elektronik terus dilakukan hingga hari ini, Selasa (26/6), agar bisa dipergunakan untuk mengikuti pemungutan suara dalam Pilkada kabupaten dan provinsi, Rabu (27/6).
“Untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2018, sudah ada arahan dari kemendagri kepada dukcapil provinsi atau kabupaten dan kota untuk memberi dukungan, agar pada 27 Juni tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), tambah Hendrik, juga melakukan perekaman bagi warga binaan dalam rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan, agar mereka juga bisa mempergunakan hak pilih mereka dalam Pilkada nanti.
“Khusus untuk pemilih pemula, Dispendukcapil akan membuat Surat Keterangan (Suket) yang terdaftar dalam database bagi mereka yang sudah berusia 17 tahun untuk bisa mengikuti Pilkada juga,” tuturnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sikka, Drs. Ekon Bernadus Ratu,  mengatakan, total jumlah penduduk kabupaten Sikka saat ini 345.645 jiwa, dan yang wajib memiliki KTP-El sebanyak  245.267 jiwa. Dari jumlah tersebut, yang sudah direkam sebanyak 188.464 jiwa, sedangkan yang belum merekam 56.803 jiwa.
Kendala yang dihadapi, terang Bernadus, adalah para manula dan orang cacat tidak ada yang memobilisir. Padahal, petugas Dispendukcapil sudah turun langsung bukan saja ke kecamatan, tapi ke desa-desa agar masyarakat mudah dilayani. Meski begitu, masyarakat juga sulit datang ke lokasi yang diimbau.
“Kami merasa belum semua warga menyadari pentingnya memiliki KTP Elektronik, padahal KTP ini bukan saja digunakan saat pemilihan umum saja, tapi untuk keperluan kependudukan lainnya, dan mengurus berbagai surat dan bantuan,” ungkapnya.
Saat ini, kata Bernadus, pihaknya terus melakukan perekaman KTP Elektronik hingga Selasa (26/6). Sejak Senin (25/6), bahkan ribuan warga mulai menyerbu Kantor Dispendukcapil untuk melakukan perekaman KTP dan membuat petugas kewalahan melayani masyarakat yang datang.
Baca Juga
Lihat juga...