90 Persen Jalan Nasional Kondisinya Mantap

Editor: Mahadeva WS

362

MALANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) mencatat, kenyamanan perjalanan mudik masyarakat dipengaruhi kesiapan prasarana dan sarana, rekayasa lalu lintas, dan perilaku pengguna jalan.

Kemen PUPR mengklaim, saat ini Jalan Nasional yang kondisinya sudah mantap dan bagus mencapai 90 persen. Dengan demikian, diyakini sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk arus mudik sudah siap.

Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, usai membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Universitas Brawijaya, Jumat (1/6/2018) – Foto Agus Nurchaliq

“Saya sebagai penanggung jawab penyedia prasarana dan sarana terutama selama mudik,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, ketika membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Universitas Brawijaya, Jumat (1/6/2018).

Basuki menyebut, kondisi jalan nasional saat ini dinilai lebih baik jika dibandingkan 2017 lalu. Di Sumatera saat ini jalan lintas timur (Jalintim) yang sudah siap ada sepanjang 225 Kilometer. “Jalan tol di bagian selatan Bakauhmeni sampai Palembang. Kemudian dibagian utara ada jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Namun yang sudah beroperasional baru 125 kilometer,” sebutnya.

Sementara di Jawa, terdapat tol 1.400 kilometer di jalan Pantai Utara (Pantura) dan kurang lebih 1.300 kilometer jalan Pantai Selatan (Pansela) dimana kondisinya masih bagus terutama di Pansela.

Basuki menyebut, saat ini juga terdapat jalan tol Jakarta-Surabaya sepanjang 760 kilometer. Hanya saja masih ada dua titik yang perlu ditandai kemungkinan kemacetannya, yaitu di jembatan Kali Kuto diantara jalan tol Batang-Semarang yang baru akan selesai H-2 sebelum lebaran.

“Jika jalan itu belum selesai, mereka harus keluar dulu ke jalan nasional sejauh 500 meter, kemudian masuk lagi hingga ke Krapyak Semarang sehingga akan bergabung dengan jalan Tol dari Semarang ke Solo. Dari Semarang ke Solo ini ada jembatan Kali Kenteng yang ini tidak bisa selesai sebelum mudik. Tapi dibawahnya kita bikin jalan alternatifnya agar bisa dilalui,” jelasnya.

Dengan demikian, jalan Tol sepanjang 760 kilometer sudah tersambung dan hanya dua titik ini yang harus diwaspadai. Hanya saja emua akan beroperasi akhir tahun 2018. Sedangkan di Jawa Timur, terdapat jalan tol Surabaya-Gempol-Pasuruan-Pandaan dan Malang, yang sebagaian ruas sudah bisa dimanfaatkan saat arus mudik.

Kepada peserta Rapimnas, Basuki mengatakan, kesuksesan pembangunan ribuan kilometer jalan tol tersebut tidak bisa dilepaskan dari dukungan berbagai pihak termasuk Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Untuk itu diharapkannya, PII bisa terus memberikan masukan positif kepada kepada pemerintah.

“Kami sadar bahwa PII ini merupakan kumpulan dari orang-orang yang berilmu. Untuk itu kami berharap agar PII lebih meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan nasional,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...