90 Persen Jalan Nasional Kondisinya Mantap

Editor: Mahadeva WS

310

MALANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) mencatat, kenyamanan perjalanan mudik masyarakat dipengaruhi kesiapan prasarana dan sarana, rekayasa lalu lintas, dan perilaku pengguna jalan.

Kemen PUPR mengklaim, saat ini Jalan Nasional yang kondisinya sudah mantap dan bagus mencapai 90 persen. Dengan demikian, diyakini sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk arus mudik sudah siap.

Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, usai membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Universitas Brawijaya, Jumat (1/6/2018) – Foto Agus Nurchaliq

“Saya sebagai penanggung jawab penyedia prasarana dan sarana terutama selama mudik,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, ketika membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Universitas Brawijaya, Jumat (1/6/2018).

Basuki menyebut, kondisi jalan nasional saat ini dinilai lebih baik jika dibandingkan 2017 lalu. Di Sumatera saat ini jalan lintas timur (Jalintim) yang sudah siap ada sepanjang 225 Kilometer. “Jalan tol di bagian selatan Bakauhmeni sampai Palembang. Kemudian dibagian utara ada jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Namun yang sudah beroperasional baru 125 kilometer,” sebutnya.

Sementara di Jawa, terdapat tol 1.400 kilometer di jalan Pantai Utara (Pantura) dan kurang lebih 1.300 kilometer jalan Pantai Selatan (Pansela) dimana kondisinya masih bagus terutama di Pansela.

Basuki menyebut, saat ini juga terdapat jalan tol Jakarta-Surabaya sepanjang 760 kilometer. Hanya saja masih ada dua titik yang perlu ditandai kemungkinan kemacetannya, yaitu di jembatan Kali Kuto diantara jalan tol Batang-Semarang yang baru akan selesai H-2 sebelum lebaran.

“Jika jalan itu belum selesai, mereka harus keluar dulu ke jalan nasional sejauh 500 meter, kemudian masuk lagi hingga ke Krapyak Semarang sehingga akan bergabung dengan jalan Tol dari Semarang ke Solo. Dari Semarang ke Solo ini ada jembatan Kali Kenteng yang ini tidak bisa selesai sebelum mudik. Tapi dibawahnya kita bikin jalan alternatifnya agar bisa dilalui,” jelasnya.

Dengan demikian, jalan Tol sepanjang 760 kilometer sudah tersambung dan hanya dua titik ini yang harus diwaspadai. Hanya saja emua akan beroperasi akhir tahun 2018. Sedangkan di Jawa Timur, terdapat jalan tol Surabaya-Gempol-Pasuruan-Pandaan dan Malang, yang sebagaian ruas sudah bisa dimanfaatkan saat arus mudik.

Kepada peserta Rapimnas, Basuki mengatakan, kesuksesan pembangunan ribuan kilometer jalan tol tersebut tidak bisa dilepaskan dari dukungan berbagai pihak termasuk Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Untuk itu diharapkannya, PII bisa terus memberikan masukan positif kepada kepada pemerintah.

“Kami sadar bahwa PII ini merupakan kumpulan dari orang-orang yang berilmu. Untuk itu kami berharap agar PII lebih meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan nasional,” pungkasnya.

Baca Juga
Sembilan Pulau di Jatim Belum Dapat Listrik PLN JEMBER --- Sebanyak sembilan pulau di Jawa Timur hingga kini belum mendapatkan aliran listrik dari PT PLN (persero), dan sebagian besar berada di seki...
Indonesia Membangun dari Pinggiran MALANG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr.Ir.M. Basuki Hadimuljono, MSc mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus membangun In...
Tol Malang-Pandaan Tuntas Akhir 2018 MALANG – Pengerjaan jalan tol ruas Malang-Pandaan di Jawa Timur, sepanjang 40 kilometer, ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2018. Saat ini progres...
20 Dusun di Bangkalan Belum Teraliri Listrik BANGKALAN - Manajer PT PLN Rayon Bangkalan, Umar Arif, mengatakan, 20 dusun di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, hingga kini belum teraliri listrik, se...
Warga Sampang Tutup Akses Jalan ke Waduk Nipah SAMPANG - Warga Sampang, Jawa Timur, menutup akses jalan menuju Waduk Nipah di Desa Montor, sebagai bentuk protes atas kebijakan Balai Besar Wilayah S...
Perjalanan KA Jember Bersubsidi Diberlakukan Tarif... JEMBER  - Perjalanan kereta api bersubsidi di wilayah Daerah Operasi 9 Jember, Jawa Timur, diberlakukan tarif parsial yang diterapkan mulai per 1 Juli...
Banyuwangi Bangun Jalan Alternatif di Lintas Timur BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membangun jalan alternatif di lintas timur, untuk membuka akses kawasan pinggiran dari utara...