Agar Tidak Mangkrak, Wisma Atlet akan Dijadikan Rusun

Editor: Mahadeva WS

529

JAKARTA – Wisma Atlet dapat digunakan sebagai rusun bagi warga DKI usai gelaran Asian Games. Hal itu dipilih agar, wisma atlet tidak terbengkalai setelah tak lagi ditempati para atlet Asian Games dan Asian Para Games.

“Saya khawatir kalau misalnya tidak digunakan setelah akan menyusut asetnya dan deteriorasinya sangat besar. Kalau aset itu tidak ditempati, pasti akan menyusut dan menurun dari segi kualitas dan mutunya,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2018).

Alih fungsi tersebut sangat penting untuk menjaga nilai aset, tidak mengalami penurunan. Penurunan akan dialami, ketika wisma atlet sudah tidak dimanfaatkan dengan baik.

Sandiaga menyebut, akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI, Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran Kementerian Sektretaris Negara selaku pemilik lahan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang membangun wisma atlet. Koordinasi untuk membahas peruntukan wisma tersebut ke depannya. “Kita juga berkoordinasi dengan pemilik lahan, dengan PUPR yang membangun ini, bagaimana penggunaannya,” tandasnya.

Wisma Atlet bisa jadi suplai perumahan untuk warga Jakarta usai perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018 selesai. Kompleks wisma tersebut bisa memenuhi kebutuhan hunian banyak warga. Kamar-kamar yang akan digunakan para atlet telah sesuai standar, meskipun ukurannya tampak kecil. Setiap unit memiliki luas 36 meter persegi atau tipe 36. “Kalau yang kamar kecil memang sudah sesuai dengan standar,” kata Dia.

Orang nomor dua di DKI Jakarta itu belum bisa memastikan Wisma Atlet akan jadi rumah susun sederhana milik (rusunami) atau rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Namun, wisma atlet dengan tujuh tower ini akan memberikan ruang tinggal yang banyak bagi warga DKI. Satu tower wisma atlet memiliki 1.000 kamar.

Bangunan wisma atlet ini kualitasnya sudah seperti hotel bintang tiga. Pemerintah Pusat maupun Pemprov DKI sudah menginvestasikan dana cukup besar untuk pembangunan tersebut. Hal tersebutlah yang mendorong dilakukan konversi wisma atlet menjadi salah satu suplai perumahan untuk warga DKI.

Wisma Atlet dibangun di atas lahan seluas 10,6 hektar dan memakan anggaran Rp3,4 triliun. Pengelolaan Wisma Atlet menjadi tanggung Jawab Kementerian Sekretariat Negara.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.