Agustus-September Dinkes Balikpapan Gelar Imunisasi MR

Editor: Koko Triarko

484
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Esther Vonny. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Guna mencegah penyakit campak dan rubella, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan akan melaksanakan imunisasi massal Measles Rubella (MR) yang tersebar di seluruh wilayah kota Balikpapan.
Sasaran dari imunisasi MR ini adalah anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan.
Data dari Dinas Kesehatan Kota, bahwa kampanye MR pada sekitar 172.780 jiwa, tersebar di sekolah sebanyak 118.607 jiwa, dan di luar sekolah 54.173 jiwa.
Agar imunisasi ini tepat sasaran, upaya yang dilakukan saat ini adalah mengkampanyekan imunisasi massal melalui lintas sektoral.
“Imunisasi ini dilakukan untuk menurunkan dampak penyakit yang mengakibatkan kecacatan hingga kematian. Masa imunisasi dilakukan mulai Agustus dan September 2018 mendatang,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Esther Vonny, Jumat (22/6/2018).
Perempuan yang akrab disapa Vonny ini mengatakan, dengan melakukan imunisasi, potensi penularan virus dapat dicegah, sehingga terbangun kekebalan kelompok (Herd Immunity). Untuk itu, diharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat, agar program ini dapat berjalan sukses.
“Targetnya untuk cakupan pelayanan imunisasi pada kampanye MR bisa lebih dari 95 persen dari seluruh sasaran. Imunisasi ini bersifat massal dan wajib serta tidak membutuhkan konfirmasi persetujuan,” terangnya.
Disebutkannya, kampanye MR di Kota Minyak ini dilakukan dua tahap, di bulan Agustus yang dilaksanakan di seluruh sekolah, dan September akan dilaksanakan di posyandu.
“Lokasi pelayanan MR tersebar di 2.152 Pos Pelayanan, yakni di 693 Pos Pelayanan di Sekolah dan 1.459 Posyandu. Kami sangat mengharapkan keterlibatan masyarakat dalam berperan aktif untuk imunisasi massal ini,” ulas Vonny.
Campak (Measles) dan Campak Jerman (Rubella), yaitu Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dengan menggunakan vaksin. Keduanya mirip, namun rubella dampaknya sangat fatal. Pemerintah Pusat melihat kondisi ini dan menyediakan vaksin bagi seluruh provinsi di Indonesia.
Vonny menjelaskan, dua penyakit ini dapat mengancam penderitanya, karena campak bisa berakibat radang selaput otak hingga meninggal dunia. Sedangkan Rubella, bila menyerang ibu hamil anak akan cacat.
“Kendati pada usia 9 bulan sampai 15 tahun sudah pernah divaksin campak, tetapi Agustus mendatang tetap harus mendapatkan vaksin MR lagi,” imbuh Vonny.
Lihat juga...

Isi komentar yuk