Akademisi Hukum Ini Beberkan Dunia Wirausaha

Editor: Satmoko

513
Detji Elianora Rooseveld Nuban, SH, M. Hum dosen muda yang juga menjadi pengurus IWAPI provinsi NTT. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE – Menjadi seseorang yang menekuni wirausaha memerlukan ketekunan berusaha dan yang terpenting berani memulai sebuah usaha. Karena menjadi pengusaha sukses bisa dilakukan siapa saja yang mau bekerja keras tanpa melihat latar belakang pendidikan dan apa pun yang dimiliki.

“Saya belajar dari sang ibu yang mengelola keuangan keluarga dan ayah saya yang dosen dan juga pengusaha sehingga saya termotivasi untuk berusaha dan memulainya dari usaha yang kecil,” ungkap Dr. Detji Elianora Rooseveld Nuban, SH, M.Hum, Sabtu (9/6/2018).

Saat ditemui usai pelantikan pengurus IWAPI cabang Sikka, dosen hukum ini mengatakan, tidak selamanya sebuah usaha itu harus yang besar. Usaha yang kecil saja bila seseorang memiliki niat dan kemauan maka niscaya akan meraih kesuksesan.

“Waktu ada di organisasi sebelumnya saya belajar untuk mencari usaha-usaha bagi pengembangan organisasi dengan menjual makanan agar bisa mendanai kegiatan organisasi,” tuturnya.

Detji Elianora Rooseveld Nuban, SH, M. Hum bersama rekan-rekan pengurus IWAPI NTT dan Kabupaten Sikka. Foto : Ebed de Rosary

Perempuan kelahiran Kupang, 10 Desember 1988 ini, juga membuat proposal untuk mencari dana dan mendatangi setiap pribadi untuk mengajak mereka memberikan sumbangan dana. Ini yang membuat dirinya berpikir menjadi pewirausaha agar bisa memiliki cukup uang.

“Lewat kegiatan kecil saja kita bisa mendapatkan dana lalu kenapa kita tidak berpikir besar dengan membuat usaha yang besar agar kita bisa meraih apa yang kita inginkan atau impikan,” tandasnya.

Tekuni Bisnis

Detji merupakan lulusan S2 ilmu hukum Undana Kupang serta S3 hukum Universitas Sebelas Maret Solo. Ia mengaku terus belajar baik dalam dunia pendidikan maupun dalam dunia wirausaha agar bisa mencapai keberhasilan.

“Saya memasuki dunia bisnis lewat usaha membangun hunian (indekos) di kota Kupang. Usaha ini tidak termakan oleh waktu atau basi seperti kita menjual makanan dan sangat menjanjikan karena tiap bulan kita bisa mendapatkan pemasukan,” tuturnya.

“Sekarang saya memiliki usaha tempat kos. Selain membuka usaha hunian, alumni S3 hukum Universitas Sebelas Maret Solo ini juga memiliki keinginan mengembangkan usaha kafe kopi. Namun usaha ini masih dalam konsep karena harus mempunyai dana yang memadai dan tempat yang strategis,” jelasnya.

Walaupun memiliki gelar dalam bidang hukum, ucap Detji, dirinya juga mempunyai niat dalam bidang ekonomi bisnis. Karena dalam pandangannya, banyak orang melihat dengan gelar ilmu hukum yang dimiliki pasti akan berkarya sebagai pengacara, jaksa atau mungkin seperti dirinya yang juga menjadi akademisi atau dosen.

“Saya pikir latar belakang pendidikan seseorang di bidang hukum tidak menutup ruang untuk kita menjadi wirausaha. Ini yang membuat saya terjun ke dunia bisnis dan bergabung di IWAPI,” ungkapnya.

Miliki Jiwa Pekerja

Menjadi seorang pengusaha bagi Detji merupakan sebuah keinginan yang kuat. Ia merupakan seorang pekerja keras dengan melakukan apa saja yang positif apalagi bisa mendatangkan pemasukan. Hal itulah yang memotivasi untuk menjadi wirausahawan sukses.

“Saya memiliki seorang bapak yang sudah pensiun dosen dan memiliki usaha peternakan hewan. Kalau ke kampus untuk mengajar atau saat pulang kampus saya pasti membawa makanan untuk ternak,” ungkapnya sambil tertawa.

Anak dari Alexander Nuban, SH, M. Hum dan Naomi Nuban ini berpikir apa yang dilakukanya itu tidak menjadi soal selama mau berusaha. Dan yang penting usaha yang dilakukan tersebut halal serta usaha baik.

“Untuk bisa berbisnis yang baik tidak terlalu sulit dan juga tidak terlalu mudah namun gampang-gampang sulit. Yang penting kita yakin bahwa selama punya potensi dalam diri, maka mari kembangkan dengan niat lurus agar usaha kita berjalan dengan baik,” pesannya.

Perempuan 30 tahun ini memiliki prinsip hidup yakni, akan meraih sukses kalau  sudah mulai melangkah dan tidak akan pernah sukses kalau tidak mulai melangkah.

Untuk itu ia mengimbau semua orang agar mulai berusaha dengan melangkah meskipun dengan usaha kecil-kecilan. Sebab akan berkembang menjadi besar kalau dijalani dengan tekun.

“Saya mempunyai usaha keluarga yang dibagi orang tua kepada anak-anak. Kalau untuk usaha sendiri sudah 4 tahun saya miliki. Saya membiayai pendidikan dengan usaha sendiri, mengelola usaha kos-kosan yang sudah berjalan empat tahun,” pungkasnya.

Baca Juga
Belajar Otodidak, Yos Buka Usaha Pangkas Rambut LARANTUKA – Usaha jasa pangkas rambut, merupakan usaha yang bisa memberikan pendapatan yang lumayan banyak. Hal tersebut tidak terlepas dari tidak ban...
Jhonson, Keliling Dunia Perjuangkan Perdamaian dan... MAUMERE --- Banyak kaum difabel yang hingga sekarang masih mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, bahkan tidak sedikit yang memandang rendah warga ...
Amandus Ratason, Difabel yang Berjuang Pertahankan... MAUMERE - Hampir semua warga Kabupaten Sikka mengenal sosok lelaki berperawakan sedang dan tidak terlalu tinggi yang bermukim di Kecamatan Kangae Kota...
Abdul Rosyid Wahab, Setia Menjaga Toleransi MAUMERE – Menjaga kerukunan antarumat beragama merupakan tugas dan tanggung jawab para pemuka, tokoh dan pemimpin agama agar konflik antarpemeluk agam...
Nabila, Pelajar SMPN1 Maumere Raih Juara Miss Teen... MAUMERE – Pelajar SMPN1 Maumere Taman Pendidikan Ilmiah (Tampil) Maumere, Pelangi Nabila Sehaja Umar, meraih gelar Miss Teen Asia. Gelar tersebut dira...
Tolak Pekerjaan di Ibu Kota, Ocha Sukses Berwiraus... MAUMERE --- Bekerja mapan apalagi di sebuah perusahaan ternama di Jakarta tentu menjadi dambaan setiap orang usai meraih gelar sarjana. Namun hal i...
Edu, Mantan Buruh Migran yang Sukes Beternak Ayam LARANTUKA – Segala ilmu yang didapat dari perantauan seharusnya menjadi bekal dan diterapkan saat kembali menetap di kampung halaman sendiri. Hal itu ...