banner lebaran

Akan Akhiri Latihan Militer di Korsel, Trump Buat Kejutan

187
Presiden Amerika Serikat Donald Trump – Foto: Dokumentasi CDN

SEOUL – Deklarasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (12/6/2018) untuk mengakhiri latihan militer di Korea menjadi berita bagi para pejabat Korea Selatan dan militer AS.

Trump membuat keterangan rencana pengakhirnya tersebut, dalam jumpa pers setelah pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura. Trump menyerukan permainan-permainan perang mahal dan provokatif.

Wisma Biru Kepresidenan Korea Selatan menyatakan, pihaknya perlu mencari tahu arti dan maksud dari pernyataan Trump. Seorang wanita juru bicara pasukan militer AS di Korea mengatakan, mereka tidak menerima arahan untuk menghentikan latihan-latihan militer.

“USFK belum menerima arahan yang diperbarui mengenai eksekusi atau penghentian latihan-latihan, mencakup jadwal Ulchi Freedom Guardian di musim gugur ini,” kata Kolonel Jennifer Lovett, jubir itu dalam sebuah pernyataan.

Lovett menyebut, sesuai dengan mitra-mitra ROK (Korsel), pihaknya akan melanjutkan postur militer hingga menerima arahan terbaru dari Departemen Pertahanan (DoD) dan/atau Komando Indo-Pasifik (INDOPACOM). Pentagon belum segera dapat menanggapi keterangan Trump mengenai penangguhan pelatihan, suatu langkah yang militer AS telah lama tentang.

Letkol Chris Logan, seorang juru bicara militer mengatakan, Departemen Pertahanan terus bekerja dengan Gedung Putih dan sekutu serta mitra-mitra yang setelah pertemuan puncak AS/DPRK. “Kami akan memberikan informasi tambahan kalau sudah ada,” tandasnya.

Satu pejabat Korsel mengatakan, semula ia berfikir Trump salah bicara. “Saya kaget ketika dia menyebut latihan-latihan itu provokatif, kata yang digunakan oleh seorang presiden AS,” kata pejabat yang tak mau disebutkan jati dirinya untuk membahas isu sensitif secara politis tersebut.

Jika dilaksanakan, rencana itu bisa jadi salah satu langkah paling kongkrit dan kontroversial keluar dari pertemuan Trump dengan Kim. Pertemuan tersebut keduanya berjanji akan merampungkan denuklirisasi tetapi tak menyebutkan rincian. Korsel menyatakan bulan lalu bahwa isu itu tentara AS ditempatkan di sana tak berkaitan dengan perjanjian perdamaian masa depan dengan Korut. Pasukan Amerika hendaknya tetap di sana bahkan jika sebuah persetujuan ditandatangani. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.