Alami Gangguan Kesehatan, Sejumlah Pemudik Periksa Kesehatan

Editor: Satmoko

253

LAMPUNG – Pemeriksaan kesehatan terhadap pemudik saat arus mudik dan balik angkutan Lebaran 2018 (1439 H) di Pelabuhan Bakauheni mengalami peningkatan sejak dua pekan sebelum Lebaran hingga Lebaran hari ketiga.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Bangkit, petugas medis yang bertugas di
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang di Pelabuhan Bakauheni di bawah
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI.

Berdasarkan data, Bangkit mencatat terjadi lonjakan jumlah pemudik yang mengalami gangguan kesehatan sejak posko kesehatan diaktifkan sejak dua pekan sebelum Lebaran.

Memasuki hari kedua setelah Lebaran Idul Fitri, Bangkit menyebut, tercatat sebanyak 80 penumpang yang memeriksakan diri di posko kesehatan. Posko kesehatan yang disediakan di dekat loket pejalan kaki memudahkan proses pemeriksaan kesehatan baik penumpang maupun kru kapal.

Bangkit (rompi kuning) petugas medis melakukan pemeriksaan pasien di posko kesehatan Kelas II Panjang [Foto: Henk Widi]
Sebanyak 80 pasien yang diperiksa di posko kesehatan di antaranya mengalami gangguan kesehatan dalam perjalanan. Gangguan kesehatan yang diderita oleh pemudik di antaranya kelelahan dalam perjalanan, pemeriksaan tekanan darah, gejala ISPA, gangguan pernapasan, diare, mabuk laut, serta beberapa penyakit lain.

Kondisi kegawatdaruratan berupa cedera ringan hingga kecelakaan selama arus mudik hingga hari kedua setelah Lebaran disebut Bangkit belum ditemukan.

“Jumlah pasien yang memeriksakan diri dengan beberapa gangguan kesehatan sudah tercatat puluhan orang, tapi belum ada yang mengalami masalah kesehatan serius selama arus mudik ini,” terang Bangkit, selaku petugas medis mendampingi Suswoyo selaku koordinator Wilker KKP Kelas II Panjang, Minggu (17/6/2018).

Pada arus mudik Lebaran, ia menyebut, sebanyak tiga posko kesehatan disiagakan oleh KKP Kelas II Panjang. Sebanyak tiga posko pelayanan kesehatan tersebut di antaranya Bandara Raden Intan II Natar, Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Petugas di posko kesehatan Pelabuhan Bakauheni disiagakan bersama dengan petugas medis dari UPT Puskesmas Rajabasa dan UPT Puskesmas Palas di bawah kendali Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.

Posko layanan terpadu di Pelabuhan Bakauheni, diakui Bangkit, selama ini juga sudah melayani sejumlah kru kapal. Pada arus mudik dan balik, fokus pelayanan kepada pemudik dilakukan untuk melayani penumpang saat terjadi lonjakan arus mudik dan balik.

Pada saat arus mudik sejak H-8 disebutnya tidak banyak pemudik mengalami gangguan kesehatan dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya.

“Pengaturan penumpang yang lebih teratur ikut meminimalisir penumpang berdesakan sebelum naik ke kapal sehingga tidak terjadi penumpang pingsan,” terang Bangkit.

Antrean pemudik pejalan kaki di depan posko kesehatan kelas II Panjang [Foto: Henk Widi]
Fasilitas kesehatan yang disiagakan di posko kesehatan meliputi alat kesehatan, kursi roda untuk difabel, obat-obatan, ruang perawatan, oksigen sebanyak 4 tabung, tandu,  dan dua unit ambulan.

Lokasi rujukan pertama saat terjadi insiden untuk penanganan pasien, Puskesmas rawat inap Bakauheni dan Rumah Sakit Umum Dr. Bob Bazaar Kalianda juga disiagakan selama arus mudik dan balik Lebaran.

Gangguan kesehatan yang kerap terjadi saat arus mudik Lebaran, disebut Bangkit, bisa timbul akibat kurang menjaga fisik selama perjalananan. Kepada pemudik sejumlah imbauan dalam bentuk stand banner di dekat loket diberikan.

Misalnya anjuran untuk makan sebelum melakukan perjalanan, menghindari makanan dan minuman yang kurang baik untuk kesehatan, serta menghindari menerima makanan dan minuman dari orang tak dikenal.

Salah satu pasien diperiksa tekanan darah setelah mengalami gejala mual dan pusing [ Foto: Henk Widi]
Kondisi cuaca yang kurang mendukung dalam perjalanan terutama pengendara roda dua bisa diantisipasi dengan menggunakan masker. Konsumsi air putih selama perjalanan dengan bekal air minum dari rumah untuk menghindari dehidrasi.

Ia juga menganjurkan pemudik yang tengah mengalami gangguan kesehatan tidak memaksakan diri melakukan perjalanan.

Baca Juga
Lihat juga...