Angka Kesakitan Malaria di Sikka Menurun

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

233

MAUMERE — Sebanyak 18 warga kabupaten Sikka meninggal akibat terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak tahun 2010 berdasarkan data dari dinas Kesehatan setempat dan jumlahnya selalu bervariasi setiap tahun.

“Memang jumlahnya selalau bervariasi dan terkadang tahun ini tidak banyak kasus maka tahun berikutnya akan meningkat lalu kembali menurun. Kami tetap gencar melakukan gebrakan memberantasnya,” sebut dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH, kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Jumat (1/6/2018).

Dikatakan Maria, untuk tahun 2010 jumlah kasus demam berdarah di kabupaten Sikka sebanyak 861 kasus, sementara jumlah orang yang meninggal sebanyak 10 orang. Sementara tahun 2011,jumlah kasus sebanyak 67 yang merenggut nyawa 2 warga Sikka.

“Untuk tahun 2012 jumlah kasus sebanyak 141 kasus dan tidak merenggut korban jiwa sedangkan tahun 2013 ada 378 kasus demam berdarah dengan korban jiwa sebanyak 3 orang,” terangnya.

Sementara untuk tahun 2014 lanjut Maria, ada 106 kasus demam berdarah yang merenggut nyawa seorang warga Sikka dan tahun 2015 terjadi 157 kasus namun tidak ada warga yang menjadi korban. Tahun 2016 terdapat 392 kasus yang merengggut nyawa 2 warga Sikka.

Kadis Kesehatan Sikka
Kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka dr.Maria Bernadina Sada Nenu,MPH. Foto : Ebed de Rosary

Sekertaris dinas Kesehatan kabupaten Sikka Dedy A. Benyamin, SSos menambahkan, dinas Kesehatan kabupaten Sikka sejak tahun 2013 mulai mencanangkan gerakan memberantas penyakit malaria.

“Annual Parasite Incidence (API) atau angka kesakitan malaria berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium per 1.000 penduduk dalam setahun di kabupaten Sikka sejak tahun 2013 terus mengalami penurunan,” ujarnya.

Selama tahun 2013 beber Dedy, angka API di kabupaten Sikka sangat tinggi sebesar 27,4 persen sehingga dinas Kesehatan mengajak serta segenap pihak termasuk LSM Yaspem, pemerintah kecamatan dan desa serta gereja dan sekolah melakukan gerakan gebrak malaria.

“Hasilnya sangat positif dimana angka API menurun menjadi 10,2 persen di tahun 2014 serta tahun 2015 menurun tajam menjadi 2,8 persen. Pada tahun 2016 angka API hanya tersisa 1,38 persen saja,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...