Angleb Selat Sunda Didominasi Pemudik Asal Pulau Jawa

Editor: Makmun Hidayat

402

LAMPUNG — Angkutan lebaran (Angleb) tahun 2018 di lintasan Selat Sunda menggunakan moda transportasi Kapal Roll On Roll Off (Roro) lebih didominasi pemudik asal Pulau Jawa.

Hal tersebut terlihat dari data perbandingan arus angkutan yang naik dari Merak, naik dari Bakauheni pada periode lebaran 2018 dibandingkan dengan angkutan lebaran tahun 2017.

Budi Setiawan, koordinator data mendampingi Sugeng Purwono selaku manajer usaha menyebut hingga hari kedua pada Sabtu (16/6) tercatat sebanyak 970.327 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera. Jumlah pemudik tersebut terdiri dari 823.914 penumpang dalam kendaraan, 146.413 pejalan kaki.

Pemudik asal Pulau Sumatera tujuan Jawa pada kurun waktu sama berjumlah 345.984 penumpang terdiri 314.256 penumpang dalam kendaraan, 31.728 pejalan kaki.

Budi Setiawan, koordinator data angleb 2018 Pelabuhan Bakauheni, tengah mengentry data – Foto: Henk Widi

Sesuai data tersebut, Budi Setiawan menyebut jumlah pemudik asal Sumatera tujuan Jawa lebih banyak dengan total 624.343 penumpang dibanding asal Pulau Sumatera atau terjadi selisih sebesar 35,7 persen.

Jumlah tersebut diakuinya merupakan penumpang dalam kendaraan sebanyak 509.658 orang atau selsisih sebesar 38,1 persen. Penumpang pejalan kaki sebanyak 114.685 atau selisih sebesar 21,7 persen.

“Sesuai data selisih antara pemudik yang menyeberang menggunakan kapal laut dari pulau Jawa menuju ke Sumatera cukup tinggi dipengaruhi oleh faktor lamanya waktu libur,” terang Budi Setiawan, koordinator data angkutan lebaran tahun 2018 saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (16/6/2018).

Lebaran 2018 yang berbarengan dengan masa libur selama sembilan hari, liburan tahun ajaran baru bahkan lebih membuat pemudik berlibur secara terpecah. Sejumlah pemudik yang kerap terfokus pada hari yang sama akibat waktu libur pendek pada tahun ini lebih terurai.

Penumpang pejalan kaki,dalam kendaraan yang lebih banyak daripada di Merak dibandingkan dari Bakauheni juga terlihat pada pemudik dengan kendaraan.

Berdasarkan rekapitulasi data harian pemudik dengan kendaraan roda dua dari Jawa tujuan Sumatera berjumlah 83.845 unit. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan pengendara roda dua asal Sumatera tujuan Jawa sebanyak 8.308 unit dengan selisih sebanyak 75.537 unit kendaraan pemudik lebih banyak asal Jawa dengan selisih mencapai 9,9 persen.

Selain kendaraan roda dua, jumlah pemudik dengan kendaraan roda empat juga tercatat lebih besar asal Jawa dibandingkan asal Sumatera. Total sebanyak 99.294 kendaraan roda empat diseberangkan dari Jawa, sementara asal Pulau Sumatera hanya berjumlah 39.262 unit.

Jumlah pemudik dengan kendaraan roda empat lalui Pelabuhan Bakauheni disebutnya mencapai selisih 60.032 unit atau selisih sebesar 39,5 persen.

Kendaraan jenis bus asal Jawa tujuan Sumatera menyeberang tercatat berjumlah sebanyak 4.290 unit, sementara asal Sumatera tujuan Jawa sebanyak 3.974 unit. Berdasarkan data tersebut tercatat terjadi selisih sebesar 316 unit bus lebih banyak menyeberang dari Jawa ke Sumatera atau selisih sebesar 92,6 persen.

Tren pemudik yang akan kembali ke Pulau Jawa disebutnya akan terpecah dengan adanya libur yang cukup panjang. Dia menyebut, sejumlah pemudik yang sudah kembali ke Pulau Jawa rata-rata merupakan pemudik yang sudah hampir sepekan berada di Sumatera sejak H-8 silam.

Pemudik lain merupakan warga asal Sumatera yang memiliki kerabat di Pulau Jawa untuk merayakan lebaran kedua diantaranya di wilayah Banten dan sekitarnya.

Pantauan Cendana News arus kedatangan penumpang asal Sumatera tujuan Jawa terus mengalir dari sejumlah kota di Lampung. Hasanudin (40) pemudik asal Banten yang sudah mudik ke Kalianda Lampung Selatan, mengaku berniat untuk pulang kampung sebelum arus mudik padat. Meski sempat mengantre di loket pembelian tiket, ia memastikan saat berada di dalam kapal tidak harus berdesakan.

Baroto, Nahkoda KMP Dharma Kencana IX – Foto: Henk Widi

Baroto, nahkoda KMP Dharma Kencana IX yang ditemui Cendana News, menyebut jumlah penumpang pejalan kaki asal Sumatera masih belum meningkat. Ia menyebut selama 19 tahun menjadi nahkoda di perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama, angkutan lebaran tahun 2018 terbilang lancar.

Sepinya pemudik pejalan kaki dan kendaraan roda dua disebutnya terimbas banyaknya perusahaan BUMN dan swasta membuat program mudik gratis. Imbasnya pemudik pengguna kapal laut terlihat lebih sepi dibanding tahun sebelumnya.

Petugas kru darat kapal Dharma Kencana IX, Roby, menyebut pada kondisi lonjakan arus penumpang sebanyak 700 penumpang pejalan kaki bisa diangkut. Namun pada lebaran kedua kapal tersebut sesuai jadwal pelayanan hanya mengangkut sebanyak 150 penumpang pejalan kaki dan puluhan kendaraan roda empat serta roda dua.

Puncak lonjakan penumpang disebutnya diprediksi terjadi pada Selasa (19/6) hingga Rabu (20/6) bersamaan dengan berakhirnya cuti bersama dan liburan.

Baca Juga
Panglong Kayu Ikut Sokong Usaha Pembuatan Batu Bat... LAMPUNG --- Keberadaan usaha jual beli kayu yang dikenal dengan panglong oleh warga Lampung Selatan kian menjamur, bahkan mulai muncul di setiap desa....
Ketinggian Letusan GAK Capai 800 Meter Warga Dilar... LAMPUNG --- Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan terus mengalami peningkatan  sejak Jumat (21/9) hingga Sabt...
Mbah Muh Jualan Es Krim Sembari Pinjamkan Buku Gra... LAMPUNG - Membudayakan kegemaran membaca buku di kalangan anak-anak, terus dilakukan oleh sejumlah pihak di wilayah Lampung, dengan beragam cara. Bahk...
Jalan Tol Difungsikan, Lahan Penggembalaan Ternak ... LAMPUNG - Sejumlah pemilik ternak di stationing (STA) 17 dan 18 Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang sebelumnya merupakan areal persawahan mengalami k...
Warga Kepulauan di Lamsel Butuh Dermaga Representa... LAMPUNG – Warga Lampung Selatan yang ada di wilayah kepulauan, masih mengandalkan transportasi laut dan kapal tradisional untuk kebutuhan transportasi...
Alat Masak Rusak, IRT Pilih Jasa Patri LAMPUNG – Jasa perbaikan alat memasak bagi sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) di Lampung Selatan, menjadi pilihan untuk berhemat. Dengan jasa perbaikan, ...
Status Anak Krakatau, Tidak Pengaruhi Aktivitas di... LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di Selat Sunda, Provinsi Lampung, masih terus mengalami aktivitas vulkanik. Erupsi gunung tersebut ma...