banner lebaran

Arus Mudik, Berkah Pemilik Jasa Reparasi Kendaraan Musiman

Editor: Satmoko

155

LAMPUNG – Memasuki enam hari sebelum Lebaran Idul Fitri 2018/1439 Hijriah arus kendaraan berbagai jenis sudah terlihat padat di Jalan Lintas Sumatera.

Ribuan kendaraan berbagai jenis yang berdatangan dari pulau Jawa ke pulau Sumatera menggunakan kapal roll on roll off (roro) dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni. Sejak pagi ribuan kendaraan terlihat mulai melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan Jalan Lintas Timur Lampung.

Angkutan Lebaran yang mulai terlihat tersebut memberi berkah tersendiri bagi pemilik jasa reparasi kendaraan atau bengkel.

Yono (29) salah satu pemilik usaha jasa bengkel kendaraan roda dua di Jalinsum KM 60 Penengahan Lampung Selatan menyebut, kendaraan yang melintas mulai terlihat ramai pada hari tujuh hari jelang Lebaran (9/6).

Sebagian besar kendaraan yang melintas didominasi kendaraan roda dua yang membutuhkan tambahan angin saat ban kempes, ganti oli maupun kerusakan lain.

Arus kendaraan pada angkutan lebaran 2018 di gerbang Tol Bakauheni Utara desa Hatta kecamatan Bakauheni [Foto: Henk Widi]
“Pada arus mudik sebagian pengendara kendaraan bermotor roda dua biasanya mengalami masalah pada bagian ban atau bagian mesin,” terang Yono, salah satu pemilik jasa bengkel di Kecamatan Penengahan, saat ditemui Cendana News, Sabtu (9/6/2018).

Usaha jasa bengkel diakuinya saat hari biasa dalam sehari kerap melayani kendaraan berkisar 10 hingga 15 kendaraan. Namun, saat arus mudik Lebaran, meningkatnya jumlah pengguna kendaraan terutama roda dua, bisa dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Pada tahun sebelumnya dalam sehari selama angkutan Lebaran bisa melayani kendaraan hingga 20 kendaraan per hari dengan berbagai permasalahan pada kendaraan.

Sejumlah jasa pelayanan yang disediakan oleh bengkel miliknya, disebut Yono, rata-rata berupa penambahan angin, ganti oli dan kerusakan ringan pada kendaraan.

Sejumlah juru parkir dadakan memanfaatkan momen melakukan pengaturan lalu lintas di Jalinsum [Foto: Henk Widi]
Sejumlah pemudik dengan kendaraan roda dua, disebutnya, kerap sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum perjalanan dimulai. Ia bahkan jarang melakukan perbaikan menyeluruh pada kendaraan pemudik karena umumnya terjadi kerusakan kecil.

“Fasilitas kompresor kami sediakan untuk tambah angin dan juga stok spare part kami sediakan di antaranya rantai, ban dalam hingga oli,” tutur Yono.

Yono memastikan, peningkatan penghasilan untuk jasa reparasi saat hari normal, bisa mendapatkan Rp700 ribu hingga Rp1 juta. Saat angkutan Lebaran dengan jumlah kendaraan yang meningkat seperti tahun sebelumnya, ia bahkan bisa mendapatkan omzet sekitar Rp1,5 juta pe rhari.

Pengendara yang mampir ke bengkel miliknya merupakan pengendara asal Puau Jawa yang akan menuju ke Pulau Sumatera.

Pemilik usaha bengkel lain di Jalan Lintas Timur Bakauheni, Beni (40) mengaku angkutan Lebaran menjadi berkah baginya. Sebab seperti pada tahun sebelumnya dalam sehari ia bisa menambah angin lebih dari 100 ban motor serta mobil dengan omzet per hari mencapai Rp500.000. Belum termasuk jasa perbaikan mesin dan ganti oli.

Beni bahkan menyediakan sebanyak satu unit kompresor untuk proses penambalan dan penambahan angin ban kendaraan.

“Satu unit mesin kompresor khusus tambah angin berikut pelayanan jasa tambal ban saya siapkan di pertigaan Menara Siger,” cetus Beni.

Beni menyebut, selain kendaraan bermotor roda dua, pada arus mudik sebelumnya ia bisa memperoleh omzet lebih dari Rp1 juta per hari. Namun semenjak dioperasikan pada awal Januari 2018 dengan dioperasikannya Jalan Tol Trans Sumatera membuat kendaraan banyak lebih memilih melalui Jalan Tol Trans Sumatera. Imbasnya, hanya sejumlah kendaraan roda empat yang melintas di Jalan Lintas Timur.

Angkutan lebaran disebutnya memberi berkah saat arus mudik dan balik bagi keluarga. Sebab selain membuka bengkel sang istri juga mulai membuka warung musiman dengan menyediakan oleh-oleh tradisional.

Oleh-oleh tersebut di antaranya jenis kemplang panggang, keripik dan makanan tradisional lain. Omzet semakin meningkat saat arus balik sebab banyak pemudik yang kembali ke Pulau Jawa membeli oleh-oleh saat arus balik.

Selain bagi pemilik jasa reparasi kendaraan atau bengkel, Muklis (24) yang menjadi juru parkir dadakan menyebut ikut mendapatkan berkah. Laki-laki yang menjadi juru parkir di SPBU 24.355.108 Sukabaru tersebut mengaku kendaraan yang melintas kerap mampir ke SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak, istirahat.

Lokasi yang dekat dengan rumah makan Simpang Raya juga membuat pengendara kendaraan banyak yang melakukan istirahat di SPBU tersebut.

Sehari bersama tiga kawannya dari para pemudik yang parkir bisa mendapatkan penghasilan hingga ratusan ribu. Meski tidak pernah mematok tarif sebagian pengendara mobil yang parkir kerap memberinya Rp2.000 hingga Rp5.000.

Ia bahkan menyebut sebagian pemudik pengguna kendaraan kerap memberinya uang lebih dengan ikhlas.

 

 

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.