banner lebaran

AS Harap Capai Perlucutan Senjata Besar Dalam 2,5 Tahun

225
Ilustrasi bendera Amerika Serikat - Foto: Dokumentasi CDN

SEOUL — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menyebut AS berharap dalam 2,5 tahun mendatang mencapai ‘perlucutan senjata besar’ oleh Korea Utara.

Hal itu diungkapkan Pompeo sehari setelah Presiden Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Trump dan Kim bertemu di Singapura pada Selasa dan mencapai kesepakatan singkat, yang menegaskan tekad Utara “bekerja menuju pelucutan nuklir lengkap Semenanjung Korea”, tetapi tidak memberikan rincian tentang kapan Pyongyang akan menyerahkan senjata nuklir atau bagaimana itu dapat dipastikan.

Pompeo berada di Seoul pada Rabu (13/6/2018) untuk memberi penjelasan singkat kepada pejabat Korea Selatan tentang pertemuan puncak itu.

Saat berbicara kepada sekelompok kecil wartawan dan ditanya apakah ia ingin menyelesaikan perlucutan senjata nuklir utama dalam masa jabatan Trump, yang berakhir pada 20 Januari 2021, Pompeo menjawab, “Oh ya, paling pasti. Tentu saja, Anda menggunakan istilah besar, perlucutan senjata besar, sesuatu seperti itu? Kami berharap bahwa kami dapat mencapai itu dalam 2,5 tahun.”

“Saya yakin mereka mengerti bahwa akan ada pemastian mendalam,” tutur Pompeo, seraya mengatakan bahwa perjanjian awal Trump dengan Kim belum menjangkau semua yang disepakati kedua pihak.

Dia menyebut, tidak semua karya itu muncul di dokumen akhir. Tetapi banyak tempat lain di mana ada pemahaman yang dicapai, kami tidak dapat menguranginya untuk menuliskannya, jadi itu berarti masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.

“Tetapi ada kesepakatan besar yang terselesaikan yang melampaui apa yang terlihat dalam dokumen akhir yang akan meletakkan yang akan kita mulai ketika kita kembali ke percakapan kita,” kata Pompeo setelah terbang ke Seoul dari Singapura.

Trump, yang kembali ke Washington Rabu pagi, memuji pertemuan dengan Kim, yang pertama antara presiden AS dan seorang pemimpin Korut, sebagai keberhasilan yang telah menghilangkan ancaman Korut.

Kritikus di tanah airnya mengatakan, pernyataan bersama oleh kedua pemimpin itu singkat tentang detail dan bahwa Trump telah membuat terlalu banyak konsesi kepada Kim.

Pompeo mengaku, pihaknya tidak tahu persis apa waktu yang tepat untuk percakapan berikutnya dengan Korut. Pihaknya juga akan mengantisipasi itu dengan cukup cepat setelah kembali ke negara asal.

“Saya tidak tahu persis apa bentuk yang akan diambil, tapi saya sangat yakin bahwa beberapa waktu dalam minggu depan atau lebih kita akan memulai perjanjian,” katanya tegas. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.