banner lebaran

Asal Muasal Buah Kepayang

Editor: Satmoko

347

JAKARTA – Mabuk kepayang seringkali disematkan kepada mereka yang sedang dimabuk asmara. Apakah kalian tahu jika sebutan mabuk kepayang ternyata nama buah dan berkaitan dengan buah kluwek?

Buah kepayang juga biasa disebut picung, pucung, kapecong, simaung, tuba buah, pakem, hapesong dan pangi atau foot ball fruit, pangium edule.

Sebutan buah kepayang memang tak setenar kluwek. Yaitu, biji buah kepayang yang telah difermentasi. Kluwek terkenal karena biasa digunakan sebagai bumbu utama rawon, brongkos, sup konro dan gabus pucung.

“Sebenarnya kepayang tak hanya menghasilkan kluwek sebagai bumbu. Biji kepayang digunakan oleh nelayan Banten dan Sumatera Barat untuk mengawetkan ikan segar,” kata Rahardi, Advisor Mekarsari bidang Edukasi kepada Cendana News.

Biji kepayang yang masih terbungkus daging. Foto Tommy Abdullah

Dia menjelaskan, dalam seluruh bagian tanaman kepayang, terutama buahnya, terkandung racun sianida (hydrogen cyanide, HCN). Racun ini bukan hanya membuat mabuk, melainkan juga bisa menewaskan siapa pun yang memakannya.

Selain memabokkan, bahkan mematikan, racun HCN dalam kepayang; juga merupakan pestisida organik pembasmi hama pertanian dan peternakan.

Kepayang merupakan pohon yang bisa tumbuh setinggi 40 meter, dengan diameter batang lebih dari satu meter. Habitatnya tersebar di seluruh Asia Tenggara pada lahan dengan elevasi 100-1.000 m. dpl.

Kepayang dikembangbiakkan melalui benih berupa biji, dan akan mulai berbuah pada umur 10 tahun. Musim berbuah kepayang pada awal musim penghujan. Pohon kepayang berbatang lurus, bertajuk tak beraturan, dengan daun berbulu, berwarna hijau tua, berbentuk hati sepanjang 20 cm, lebar 15 cm.

Kepayang merupakan spesies tunggal dari famili Achariaceae yang beranggotakan 28 genus dengan 101 spesies.

Buah kepayang disebut foot ball fruit, karena berbentuk lonjong berukuran sama dengan bola American foot ball. Dalam buah kepayang terdapat belasan biji yang terbungkus daging buah (pulp) berwarna putih, dan tempurung yang sangat keras, dengan bentuk tak beraturan.

Kulit buah dan pulp sarat sianida hingga beraroma keras. Buah kepayang yang telah dipanen, dikupas kulit buahnya, kemudian biji berikut pulp direbus sekitar satu jam sekadar untuk mematikan jaringan biji.

Tanaman kepayang sudah mulai langka. Terlebih di kota-kota besar atau kawasan di sekitarnya. Kalau pun ada, tanaman ini tinggal tersisa di kebun atau ladang yang jauh dari jalan raya, hingga sulit dijangkau.

Bagi Anda yang penasaran ingin menyaksikan pohon kepayang dengan buahnya yang bisa bikin mabuk kepayang itu, bisa datang ke Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di kebun yang mengoleksi aneka tanaman buah tropis dari seluruh dunia ini, terdapat beberapa pohon kepayang yang terus-menerus berbuah.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.