ASDP Bakauheni: Cuaca di Perairan Selat Sunda, Aman

Editor: Koko Triarko

245
LAMPUNG – Kondisi cuaca di perairan Selat Sunda masih cukup aman untuk aktivitas pelayaran dari pelabuhan Bakauheni menuju Lampung dan sebaliknya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Manajer PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Sugeng Purwono, yang menyebut operasional kapal belum terganggu.
Sugeng Purwono, Manager Operasional PT.ASDP Indonesia Ferrt cabang Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Menurutnya, sejak H-7 hari raya Idul Fitri 2018/1939 Hijriah, kondisi cuaca belum berpengaruh signifikan bagi pelayaran.
Sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku, ASDP selaku operator pelayaran akan tetap mengoperasikan kapal roll on roll off (Roro) untuk berlayar.
Selama belum ada imbauan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni, kapal akan tetap beroperasi. Sebab, selama ini KSOP mendapat informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maritim Lampung terkait prakiraan cuaca di lintasan Selat Sunda.
“Prosedurnya, BMKG menginformasikan prakiraan cuaca jika ada peringatan dini cuaca buruk, maka KSOP akan merekomendasikan pada ASDP untuk menunda aktivitas pelayaran hingga kondisi cuaca membaik,” terang Sugeng Purwono saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (12/6/2018).
Selain berkoordinasi dengan KSOP, keputusan untuk menunda hingga menghentikan pelayaran tidak hanya menjadi keputusan sepihak ASDP. Terkait kondisi cuaca berimbas penutupan sementara layanan merupakan keputusan hasil rapat koordinasi antara PT ASDP, Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Bengkulu Lampung.
“Saat diputuskan ada larangan pelayaran, maka akan dihentikan sementara demi keselamatan”, katanya.
Namun hingga H-3 Lebaran, Sugeng Purwono memastikan, kondisi cuaca untuk pelayaran berupa alun gelombang, kecepatan angin masih cukup normal. Ia menyatakan, dalam kondisi cuaca tidak mendukung, ASDP sangat memprioritaskan keselamatan dan keamanan pengguna jasa pelayaran di lintas Selat Sunda.
Saat kondisi normal, ia juga mengimbau agar nahkoda kapal tetap memperhatikan kondisi cuaca dengan mengoptimalkan alat-alat navigasi.
“Nahkoda tentunya akan selalu memantau kondisi cuaca sesuai prakiraan BMKG. Namun, tetap melihat kondisi cuaca faktual di perairan,” tegasnya.
Sesuai rekapitulasi data harian angkutan lebaran dari pelabuhan Merak, Sugeng Purwono menyebut pada H-4, Senin (6/6) pihaknya sudah menyeberangkan 119.984 penumpang, dengan rincian 18,784 penumpang pejalan kaki, 101.200 penumpang dalam kendaraan, kendaraan roda dua sebanyak 10.208 unit.
Kendaraan roda empat 13.352 unit, bus 588 unit, truk 790 unit dan kendaraan roda empat atau lebih 14.730 unit. 
Terkait kondisi cuaca di perairan Selat Sunda, berdasarkan informasi yang diperoleh Cendana News dari laman Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, peringatan untuk mewaspadai gelombang yang bisa mencapai lebih 3,5 meter dan angin kencang lebih dari 25 knot di wilayah Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan.  
Kondisi perairan wilayah pelayaran barat Lampung, cuaca berawan, angin berhembus dari arah Tenggara ke Selatan dengan kecepatan 3-20 knots, gelombang setinggi 1,25 meter-3 meter.
Samudra Hindia Barat Lampung, cuaca berawan, angin berhembus dari Tenggara ke arah Selatan dengan kecepatan angin 3-25 knots, gelombang setinggi 1,5 meter-3,5 meter.
Kondisi Selat Sunda bagian Selatan berawan, angin berhembus dari arah Tenggara ke Selatan dengan kecepatan angin 3-20 knots, gelombang setinggi 0,25 meter-3 meter.
Perairan timur Lampung cuaca berawan, angin berhembus dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan 3-15 knots, gelombang setinggi 0,25-0,5 meter.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.