ASDP Padangbai: Pemudik Kebanyakan Pilih Berangkat Malam Hari

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

272

KARANGASEM — Hingga H-4 lebaran atau Senin, (11/6/2018) sejumlah pelabuhan penyeberangan di Bali mulai dipadati oleh pemudik. Mereka datang dari berbagai daerah dan akan menyebrang keluar untuk libur Idul Fitri 1439 H.

Seperti yang terjadi di Pelabuhan Padangbai Karangasem, Bali ini misalnya. Sejak H-6 pelabuhan pintu masuk Bali-NTB ini sudah dipadati oleh para calon penumpang. Namun padatnya penumpang ini terjadi justru terjadi pada malam hari.

“Kebanyakan pemudik memilih berangkat di malam hari. Mereka ingin sampai di lombok itu pagi hari,” ucap I Wayan Rosta, Manager Usaha PT. ASDP Indonesia Ferry Padangbai Bali.

Rosta, sapaan akrabnya menyebutkan, kepadatan penumpang lebih didominasi oleh kendaraan pribadi seperti roda dua dan roda empat. Meski begitu, kepadatan tidak sempat menyebabkan antrean yang signifikan di empat loket pembelian tiket.

“Jika nanti terjadi kepadatan, kami akan tambahkan loket pembelian tiket masing-masing klas penumpang satu loket lagi. Diprediksi puncak kepadatan penumpang akan terjadi besok dan lusa atau H-3 dan H-2 karena libur sekolah di Bali besok,” tegas Rosta.

Selain itu, pembatasan truk selain angkutan barang akan mulai dilakukan pelarangan untuk menyeberang di H-3 hingga H+3 lebaran.

Rosta juga mengimbau kepada masyarakat yang mudik melalui pelabuhan Padangbai untuk memanfaatkan waktu di siang hari agar terhindar dari kemacetan di pelabuhan.

“Secara prinsip pihak pelabuhan Padangbai Bali siap melayani para pemudik. Bahkan segala persiapannya sudah dilakukan, termasuk dengan pengoprasian dua unit dermaga,” pungkasnya.

ASDP Indonesia Ferry Padangbai
I Wayan Rosta [tengah, bertopi] selaku Manager Usaha PT. ASDP Indonesia Ferry Padangbai Bali.-Foto:Sultan Anshori
Seperti yang diketahui sebelumnya, pelayanan angkutan lebaran tahun 2018 pelabuhan Padangbai Karangasem, Bali menyiapkan 31 kapal untuk rute pelabuhan Padang Bai pelabuhan Lembar.

Data produksi angkutan Lebaran Tahun 2018 (1439 H) hingga H-5 kemarin atau tepatnya pada Minggu, (10/6/ 2018) di pelabuhan Padangbai Bali, tercatat 592 penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua sebanyak 1.476 unit. Kendaraan roda empat 393 unit, 16 unit kendaraan Bus serta 204 unit truk angkutan barang.

Sehingga total penumpang menyeberang baik pejalan kaki maupun dalam kendaraan roda empat pada arus mudik di H-5 kemarin sebanyak 5912 orang. Hal tersebut mengalami kenaikan jumlah penyebrang tahun lalu sebesar 15 persen dengan rincian sebanyak 5188 orang yang keluar pulau Bali melalui pelabuhan yang terletak di ujung timur pulau Bali ini.

Sebagian besar umat muslim khususnya yang tinggal dan menetap di Bali memilih untuk mudik agar bisa merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

Seperti yang dilakukan oleh Mahmud, salah seorang calon penumpang di pelabuhan Padangbai Bali ini misalnya. Berbeda dengan kebanyakan para pemudik yang memanfaatkan waktu malam hari untuk menyeberang, pria asli Lombok NTB ini memilih berangkat ke pelabuhan di siang hari karena faktor keamanan.

“Justru ketika berangkat pada malam hari situasi lalu lintas kurang baik karena malam hari pengemudi kendaraan bisa ugal-ugalan di jalan. Selain itu belum lagi kondisi cuaca saat menyeberang di malam hari yang juga kurang baik karena terkadang ada angin serta ombak. Makanya saya pilih menyeberang di siang hari,” ucap Mahmud.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.