ASN di Sikka Diminta Bekerja Lebih Profesional

Editor: Koko Triarko

288
MAUMERE – Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan, tergantung dari kesempurnaan aparatur negara. Sementara, kesempurnaan aparatur negara tergantung dari kesempurnaan pegawai negeri atau Aparatur Sipil Negara (ASN).
“ASN berkewajiban untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dan harus melaksanakan tugasnya secara profesional dan bertanggungjawab, dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan. Serta bersih dan bebas dari kourpsi, kolusi dan nepotisme,” tegas Plt. Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, Selasa (5/6/2018).
Kepala BKD dan Pengembangan kabupaten Sikka, Martha Huberty Pega. -Foto: Ebed de Rosary
Dikatakan Nong Susar, mengamati dan mencermati dinamika sosial masyarakat yang berkembang dewasa ini, terutama dalam aspek pelayanan dan kinerja aparatur daerah, terindikasi dan terkesan, bahwa aparatur daerah belum bekerja secara profesional, belum memuaskan masyarakat dan tingkat disiplin kerja masih rendah.
“Dalam konteks ini dan semasa kepemimpinan kami maupun ke depan, akan terus dilakukan penataan kelembagaan dan reformasi birokrasi, guna mewujudkan wajah aparatur birokrasi yang benar-benar peduli dan berpihak kepada kepentingan masyarakat kabupaten Sikka,” jelasnya.
Ia mengatatakan, mulailah dari hal-hal yang kecil dan dan sederhana dalam kehidupan organisasi pemerintah, maupun kehidupan bermasyarakat melalui kemampuan mengembangkan etos kerja keras dan integritas kepribadian, serta kesadaran yang tinggi, setia dalam perkara kecil, maka akan setia pula dalam perkara besar.
Wakil Bupati Sikka ini berpesan kepada para ASN, agar mulai mengembangkan diri dalam kehidupan bermasyarakat, maupun dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. Bekerja dengan hati dan melayani dengan kasih dan kerendahan hati.
“Mulailah sekarang juga, jangan pernah menunda-nunda. Prestasi besar hanya dapat dicapai oleh seorang pekerja yang ulet. Saya ingin mengajak menggalang kerja sama dalam kebersamaan, melanjutkan pembangunan dalam berbagai bidang,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan dalam berbagai bidang tersebut, yakni kehidupan masyarakat menuju satu Sikka yang utuh dalam semangat dan tekad untuk melayani dengan rendah hati dan mengabdi dengan tulus. Tingkatkan upaya dan karya nyata yang bermanfaat bagi sesama sesuai potensi dan kemampuan menghadapi tantangan global.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Pengembangan, Martha Huberty Pega, kepada Cendana News menjelaskan, para ASN di kabupaten Sikka yang diambil sumpah janji hari ini, Selasa (5/6/2018) sebanyak 155 orang yang terdiri dari formasi umum tahun 2014 sebanyak 43 orang, tenaga dokter PTT sebanyak 7 orang, bidan PTT 97 orang serta THL TB Penyuluh Pertanian 8 orang.
Mereka diangkat pada 2017, dan sudah mengikuti salah satu persyaratan sesuai ketentuan UU No.5/2014 tentang ASN, dan peraturan pemerintah nomor 11/2017, tentang Manajemen PNS, yang mewajibkan setiap calon PNS saat diangkat menjadi PNS wajib mengucapkan sumpah janji.
“Setelah memenuhi persyaratan, mereka bisa diproses menjadi PNS dan selama setahun ini mereka sudah memenuhi persyaratan, sehingga kita memberikan surat keputusan dan hari ini wajib mengambill sumpah dan janji,” ungkapnya.
Karena pengangkatan  bidan dan dokter  PNS tersebut berdasarkan formasi khusus PTT dan sudah menandatangani MoU untuk bersedia bertugas di wilayah terpencil, tandas Martha, maka mereka harus bersedia minimal lima tahun mengisi kebutuhan di wilayah tertinggal dan terpencil yang ditetapkan menteri kesehatan.
Baca Juga
Lihat juga...