Ayam Potong di Gorontalo Utara Rp85.000/Ekor

255
Ilustrasi - Daging ayam Dok: CDN

GORONTALO – Harga daging ayam potong (ras) di pasar tradisional di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, naik hingga mencapai Rp85.000 perekor ukuran dua kilogram. Kenaikan dirasakan menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah.

Warga Kwandang Nova Malabeta, mengaku kaget dengan kenaikan harga tersebut. “Selama ini, beberapa kali harga ayam pedaging di pasar tradisional naik-turun dikisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per ekor, namun pada H-1 Lebaran ini, kenaikannya signifikan,” ujarnya, Kamis (14/6/2018).

Dengan kondisi tersebut, Ia mengaku terpaksa hanya membeli dua ekor ayam potong mengingat mahalnya harga. Kenaikan tergolong sangat tinggi, apalagi untuk ukuran 1,8 kilogram yang dijual tanpa jeroan seperti hati ayam, harganya mencapai Rp80.000 per ekor. Sementara harga hati ayam dijual Rp10.000 per buah.

Di pasar tradisional Moluo Kwandang, kenaikan juga terjadi pada harga ayam kampung yang mencapai Rp100.000-Rp120.000 perekor. Sebelumnya harga ayam kampung berada di kisaran Rp80.000-Rp85.000 perekor. Sementara itu, harga komoditas lainnya seperti rempah-rempah, daging sapi dan beras, tidak mengalami kenaikan.

“Harga di tingkat peternak atau pemilik kandang ayam baik ras dan buras, mengalami kenaikan seiring peningkatan jumlah pembeli, maka harga jual di pasar pun naik,” ungkap Iwan, salah satu pedagang ayam di pasar tradisional tersebut. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...