Bakauheni Padat, Pemudik Bermotor Pingsan

Editor: Mahadeva WS

224

LAMPUNG – Lonjakan arus balik pemudik asal Sumatera menuju ke Jawa terlihat memadati semua dermaga di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Selasa (19/6/2018) malam.

Akibat lama mengantri menunggu naik ke KMP Munic 9 di dermaga VIII pelabuhan Bakauheni, pengendara motor asal Baturaja Aris Wansyah (32) terpaksa mendapat pertolongan medis karena pingsan. Anggota Sat Brimob Polda Lampung, KSKP Bakauheni yang bertugas di dermaga VII langsung memberikan pertolongan kepada pemudik yang pingsan.

“Setelah melakukan perjalanan dan berhenti beberapa saat pemudik motor kelelahan tersebut langsung dibantu untuk istirahat dan kendaraan roda dua dikeluarkan dari antrian,” terang pengemudi ambulan PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Dwi Widiyanto saat ditemui Cendana News, Selasa (19/6/2018) malam.

Paska mendapat penanganan awal pengendara motor bernomor polisi B 6948 GUX tersebut diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Meski diarahkan naik ke KMP Munic 9, untuk mengantisipasi hal tak diinginkan pemudik diarahkan ke KMP Windu Karsa Dwitya. kebijakan tersebut dilakukan untuk menghindari pemudik berdesakan di KMP Munic 9 yang terdata mengangkut sekitar 1.200 kendaraan roda dua.

Ambulan PT ASDP Indonesia ferry cabang Bakauheni disiagakan di dermaga VII mengantisipasi kejadian darurat [Foto: Henk Widi]
Dwi Widiyanto mengungkapkan, ambulan disiagakan di area parkir dermaga VII setelah kejadian pemudik arus balik mengalami beberapa gangguan kesehatan. Di dermaga VII area parkir motor yang bisa menampung 1.500 hingga 2.000 motor. Saat terjadi antrian suara bising dan asap knalpot berpotensi membuat pemudik mengalami gangguan kesehatan terutama bagi anak anak dan balita.

Di Selasa (19/6/2018), di dermaga III Pelabuhan Bakauheni sebelum naik ke KMP Portlink III, penumpang bernama Sahono (65) harus dibawa ke posko kesehatan. Paska dilakukan pemeriksaan warga asal Subang Jawa Barat tersebut didiagnosa mengalami gejala stroke ringan.

Mengantipasi hal tak diinginkan pemudik tersebut langsung dirujuk ke rumah sakit Dr.Bob Bazar SKM Kalianda dengan ambulan. Kelelahan dan riwayat penyakit yang diderita menjadi faktor pemudik tersebut mengalami gangguan kesehatan saat arus balik.

Sebelumnya calon penumpang KMP Elysia bernama Wahyu Budi Prastyo (21) dibawa ke posko kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang. Penumpang pejalan kaki asal Punggur Lampung Tengah tersebut dibawa ke posko kesehatan KKP kelas II Panjang untuk mendapat perawatan sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Bangkit, petugas posko kesehatan KKP Kelas II menyebut, hingga hari keempat lebaran sudah ada lebih dari 130 penumpang mendapat perawatan kesehatan. Sejumlah gangguan kesehatan yang kerap dialami pemudik saat arus mudik dan balik diantaranya gangguan pencernaan, pusing, mual, dan masalah kesehatan ringan. Sejumlah pemudik bisa ditangani diposko kesehatan dengan obat tanpa harus dirujuk ke Puskesmas dan rumah sakit.

Budi Setiawan, petugas posko data angkutan lebaran Bakauheni menyebut, hingga lebaran keempat 320.524 penumpang telah diseberangkan dari Sumatera ke Jawa. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding pemudik asal Jawa ke Sumatera berjumlah 970.327 penumpang. Dengan demikian, masih ada 649.803 orang belum kembali ke Jawa.

Kendaraan roda dua asal Sumatera ke Jawa sudah mencapai 30.581 unit dari total sebanyak 83.845 unit yang menyeberang ke Sumatera saat arus mudik. Meski terlihat sudah banyak kendaraan roda dua yang menyeberang, tercatat masih ada 53.264 unit kendaraan belum kembali ke Jawa. Puncak arus balik pada Rabu (20/6/2018) hingga Kamis (21/6/2018).

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.