Bakti pada Orang Tua, Makna Lebaran Masyarakat Lamsel

Editor: Koko Triarko

268
LAMPUNG — Bakti kepada orang tua, keluarga yang masih hidup maupun kepada yang sudah meninggal dunia, menjadi salah satu makna luhur dalam tradisi jelang lebaran Idul Fitri.
Jumanto (39), warga Dusun Jatisari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, menyebut Idul Fitri menjadi momen istimewa. Selain hari raya kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, hari raya Idul Fitri menjadi pemersatu keluarga melalui tradisi mudik.
Menurutnya, hari raya Idul Fitri sekaligus menjadi sebuah kesempatan bagi keluarga berkumpul. Acara kumpul keluarga yang sebagian bekerja di daerah lain dan mudik saat hari raya, dilakukan setahun sekali.
Sebagian anggota keluarga sejak sepekan sebelumnya, tiga hari jelang hari raya mulai melakukan kegiatan bersih-bersih. Kegiatan bersih makam, bersih rumah menjadi tradisi warga dalam menyambut hari yang fitri.
“Kami merupakan keluarga besar, dengan anak-anak sudah terpencar di beberapa daerah, lalu saat pulang mudik berkumpul dalam keluarga besar, ketemu setahun sekali,” terang Jumanto, yang ditemui Cendana News tengah membersihkan dan mengecat rumah orang tuanya, Kamis (14/6/2018).
Kegiatan bersih-bersih dilakukan sebelumnya di makam keluarga yang dilakukan oleh anak dan cucu. Pembersihan makam sekaligus tradisi nyekar akan dilakukan pada saat momen istimewa Idul Fitri.
Tradisi bersih makam, nyekar dan mengirim doa menjadi bentuk penghormatan kepada keluarga yang sudah meninggal dunia, di antaranya generasi pendahulu dalam keluarga dengan mengirim doa.
Tradisi bersih makam dan nyekar tersebut, akan dilanjutkan dengan membersihkan rumah.
Jumanto sebagai putra sulung dari keluarga, menyebut orang tuanya yang masih lengkap memiliki delapan anak dan 13 cucu. Pembersihan rumah dikerjakan oleh anak-anak dan cucu yang sebagian berasal dari Sumatera Selatan dan Jakarta.
“Kami iuran membeli cat dan peralatan lain untuk memperelok rumah milik orang tua, agar lebih indah saat lebaran,” cetus Jumanto.
Bersih-bersih rumah dikerjakan dua hari sebelum lebaran oleh anak dan cucu laki-laki. Sebagian anak dan cucu wanita saat berkumpul pada tradisi mudik membantu membuat kulit ketupat dengan janur. Kebersamaan dalam keluarga termasuk menyiapkan kebutuhan saat lebaran, bahkan ditanggung oleh anak-anak dan cucu yang berkumpul setahun sekali.
Jusman (20), salah satu cucu yang sengaja pulang kampung saat mudik, menyebut kegiatan bersih-bersih kerap dilakukan bersama seluruh anggota keluarga.
Bakti cucu kepada kakek dan nenek diakuinya tetap dilakukan, baik kepada yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Melalui kegiatan bersih makam, mendoakan pendahulu yang tak bisa berkumpul pada hari istimewa lebaran Idul Fitri. Meski sebagian pendahulu diakuinya memeluk agama berbeda, namun bakti tetap dilakukan dengan tradisi bersih makam dan nyekar.
“Rasa hormat dan bakti kepada orang tua tentunya banyak wujudnya dan saat berkumpul pada mudik lebaran merupakan saat tepat,” terang Jusman.
Kegiatan bersih rumah juga dilakukan oleh warga lain bernama Khoirul (34), warga Desa Klaten, dengan mengecat rumah. Pengecatan rumah dilakukan bersama kerabatnya yang pulang saat mudik.
Sebagai rumah peninggalan keluarga dengan kedua orang tua yang sudah meninggal, ia menyebut saat Idul Fitri menjadi kesempatan untuk berkumpul keluarga.

Khoirul mengungkapkan, pada hari pertama lebaran, umumnya setelah salat Id, dirinya berkumpul bersama kerabat terdekat. Selanjutnya kunjungan ke tetangga akan dilakukan sesudahnya. Beberapa hari setelah lebaran, keluarga yang mudik dari wilayah Jawa dan beberapa daerah akan melakukan kegiatan arisan atau kumpul keluarga.

“Bersih makam, bersih rumah dan beberapa persiapan untuk lebaran sekaligus kesiapan menyambut keluarga dan kerabat yang berasal dari wilayah yang jauh,” ungkap Khoirul.
Libur yang cukup panjang antara libur sekolah, cuti bersama, libur Idul Fitri 2018 membuatnya bisa berkumpul bersama kerabat lebih lama. Selain mempersiapkan diri secara fisik, di antaranya kebersihan rumah, kesiapan diri menyambut Idul Fitri menjadi bentuk kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Setelah menjalankan ibadah salat Id, ia bersama keluarga kerap melakukan ziarah makam setelah beberapa hari sebelumnya dilakukan pembersihan makam.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.