Balikpapan Ambil Air Baku dari PPU

Editor: Mahadeva WS

328
Penandatanganan MoU Pengadaan Air Bersih oleh Bupati PPU Yusran Aspar bersama Wali kota Balikpapan Rizal Effendi di Balikpapan (25/6/2018) – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mengambil air baku dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya. Hingga kini Balikpapan masih kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Wali kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, kebutuhan air bersih untuk Balikpapan masih sangat besar. Tercatat, kebutuhan air mencapai 1.600 liter perdetik. Sementara air yang tersedia hanya mencapai 1.200 liter perdetik. “Pemanfaatan sumber air baku dari Penajam Paser Utara ini sangat penting untuk memenuhi air bagi warga,” ucapnya, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, apabila Kabupaten PPU bisa memasok kebutuhan air hingga 500 liter perdetik, maka volume yang ada sudah ideal untuk menutupi kekurangan air baku warga kota minyak. “Nanti airnya sudah diolah dari sumbernya lalu dikirim dan sudah bisa digunakan langsung,” jelas Rizal.

Kendati demikian, masih belum diketahui harga pokok maksimal penyediaan air baku yang dikerjasamakan tersebut. Hanya saja, mengingat kebutuhan yang adam diharpakan distribusi bisa segera dilaksanakan karena pengerjaan studi kelayakan telah diselesaikan.

“PPU bisa mengolah airnya dengan cepat juga dan itu tidak susah, cuma menaruh instalasi pengolahan di sungai saja. Mungkin yang agak lama nanti di pemipaan dari Sepaku ke Balikpapan,” tandasnya.

Bupati PPU, Yusran Aspar mengatakan, kerjasama dua daerah bertetangga dalam hal penyediaan air baku tersebut dapat terwujud karena sebelumnya telah melalui kajian teknis. “Kajian yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan secara teknis dan finansial ekonomi. Pasti itu kajian yang dilakukan dalam sebuah bisnis,” ungkapnya.

Yusran menyebut, kajian finansial ekonomi yang dilakukan mencakup harga jual air baku berdasarkan dari biaya produksi. “Pastinya semua sudah dihitung sehingga harganya pasti murah dan menguntungkan kedua belah pihak,” tukas Yusran.

Direktur Utama PDAM PPU Taufik menjelaskan, pembangunan instalasi air baku sebesar 500 liter perdetik tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga Balikpapan Utara. “Secara teknis, kapasitas 500 liter per detik bisa menutupi kebutuhan 35 sambungan. Kemudian akan dilakukan interkoneksi langsung dengan pipa induk milik PDAM Balikpapan,” imbuhnya.

Baca Juga
Lihat juga...